Home / Berita / Internasional / Afrika / Siapa-siapa yang Diuntungkan dari Sepak Terjang Boko Haram?

Siapa-siapa yang Diuntungkan dari Sepak Terjang Boko Haram?

Pasukan Boko Haram di Nigeria (assakina.com)
Pasukan Boko Haram di Nigeria (assakina.com)

dakwatuna.com – Abuja. Umat Islam adalah korban yang paling dirugikan dari aksi-aksi Boko Haram selama ini. Umat Islam Nigeria kehilangan anak-anak mereka, masjid, sekolah, ulama dan tokoh-tokoh mereka. Tak heran jika presiden Nigeria sendiri, 3 Mei yang lalu, menyatakan bahwa Boko Haram bukanlah dari Islam.

Dalam artikelnya, di Islamion, Ahad (11/5/2014) yang lalu, Daud Imran Malasa, seorang aktivis Islam dan ketua umum Organisasi Persatuan Muslimin Nigeria, menyatakan bahwa ada empat pihak yang paling diuntungkan dari aksi-aksi Boko Haram selama ini.

Pihak pertama yang diuntungkan adalah presiden Nigeria, Goodluck Jonathan, yang memerlukan cover untuk menutupi kekurangan, korupsi, dan kesalahan politiknya. Goodluck juga membutuhkan dukungan Barat dan Yahudi untuk rencana besarnya memecah Nigeria.

Pihak berikutnya adalah para pemilik kepentingan ekonomi dan keamanan. Saat ini ada proyek-proyek keamanan dan eksplorasi minyak yang sebagian besar dikuasai oleh Israel, Amerika dan Inggris.

Pihak ketiga yang diuntungkan adalah gerakan-gerakan separatis dan milisi Kristen. Pada bulan lalu, ada sekitar 500 anak muda Kristen yang dikirim ke Israel untuk mendapatkan pelatihan militer.

Terakhir adalah gereja-gereja besar di Nigeria bagian selatan yang memusuhi umat Islam, dan mendukung presiden Kristen Goodluck Jonathan. Dukungan itu agar minoritas Kristen tetap berkuasa di pemerintah federal di Abuja.

Gereja-gereja itu telah berhasil mengusir lembaga-lembaga kemanusiaan Islam dari Nigeria, terutama bagian selatan. Sebagai gantinya, mereka mendatangkan lembaga-lembaga kemanusiaan Kristen  yang mendanai aksi-aksi kristenisasi di Nigeria. Oleh karena itu, saat ini lembaga-lembaga kemanusiaan Islam tidak bisa lagi masuk ke wilayah selatan, kecuali yang berasal dari Amerika atau Eropa.

Sebelum presiden Muslim, Umaru Musa Yar’Adua, meninggal, Amerika pernah meminta untuk mendirikan pangkalan militer di Nigeria. Namun Umaru menolak keras permintaan tersebut. Penolakan ini juga dilakukan oleh parlemen dan opini publik yang luas. Banyak pihak mengatakan bahwa beliau meninggal karena diracun. Namun presiden penggantinya, Goodluck Jonathan, mengancam media yang memberitakan tentang sebab kematiannya.

Saat ini, setelah Boko Haram banyak beraksi hingga menculik lebih dari 200 pelajar putri, Amerika mempunyai dalih untuk masuk ke Nigeria dengan intelijennya dan niatnya membangun pangkalan militer. Nigeria bersama Amerika mengumumkan perang melawan terorisme. Dana Amerika yang dikeluarkan untuk perang ini mencapai 20 juta Dollar pada bulan April yang lalu.

Kondisi umat Islam semakin terdesak saat ini. Tekanan dan ancaman banyak diterima oleh organisasi Islam. Terutama setelah kejadian penculikan 200 pelajar putri. Gereja bahkan sudah menggunakan isu penculikan itu untuk melawan partai oposisi Islam di wilayah barat daya Nigeria yang berpenduduk mayoritas Muslim (65%). Partai oposisi juga dituduh akan melakukan islamisasi wilayah tersebut.

Kelompok Kristen separatis di wilayah selatan juga menggunakan isu ini untuk mengkampanyekan agenda mereka mendirikan sebuah negara Kristen yang terpisah dari Nigeria bagian utara. Mereka ingin menguasai kantung-kantung minyak di wilayah selatan tersebut. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (13 votes, average: 7,62 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Jimmy Carter, presiden AS ke-39. (Islammemo.cc)

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina