Home / Berita / Nasional / Fenomena Alam, Petang ini Saturnus Akan Terbit dari Balik Purnama

Fenomena Alam, Petang ini Saturnus Akan Terbit dari Balik Purnama

Simulasi Kenampakan Saturnus pada Rabu (14/5/2014) malam dari Jakarta - Foto: kompas.com
Simulasi Kenampakan Saturnus pada Rabu (14/5/2014) malam dari Jakarta – Foto: kompas.com

dakwatuna.comSaturnus, planet kedua terbesar di Tata Surya, biasanya langsung terbit dari ufuk timur. Namun, tidak demikian pada senja ini. Planet bercincin itu akan terbit dari balik purnama. Mengapa demikian?

Sebabnya adalah adanya peristiwa okultasi. Dalam peristiwa ini, Bumi, Bulan, dan Saturnus terletak pada satu garis. Saturnus yang seharusnya tampak dari pandangan manusia di Bumi menghilang karena tertutup Bulan. Fenomena ini bisa juga disebut gerhana Saturnus.

Fenomena ini bisa disaksikan secara lengkap oleh warga Australia. Warga Indonesia yang ada di selatan Jawa bagian barat dan tengah hanya bisa menyaksikan bagian akhir dari fenomena ini, itu pun dengan tingkat kesulitan dan risiko yang tinggi.

“Karena hanya terjadi beberapa saat setelah Matahari terbenam,” kata astronom amatir Ma’rufin Sudibyo kepada Kompas.com, Selasa (13/5/2014). Berdasarkan simulasi dengan Starry Night, di Kebumen, Matahari tenggelam pada pukul 17.29 WIB, Saturnus terbit pada pukul 17.30 WIB.

Pengamatan pada saat tersebut sulit dan beresiko tinggi karena berhadapan dengan Matahari yang masih terang. Pengamatan Matahari atau wilayah di dekatnya secara langsung, bila tak hati-hati, bisa menyebabkan kerusakan mata.

Meski fenomena okultasi tak bisa disaksikan, warga Indonesia bisa melihat bagaimana Saturnus mulai terbit dari balik purnama sesaat setelah okultasi berakhir. Fenomena ini unik karena Saturnus langsung terbit dari ufuk timur. Ini bisa dilihat sekitar pukul 19.00 WIB.

Terbitnya Saturnus dari balik Bulan bisa disaksikan oleh warga di selatan Jawa bagian barat dan tengah, seperti Yogyakarta, Cilacap, dan Pangandaran. Sementara warga Jakarta tidak bisa menyaksikan, tetapi hanya akan melihat Saturnus melintas sangat dekat di pinggir piringan Bulan.

Ma’rufin mengungkapkan, meski bisa dikatakan bahwa Saturnus akan terbit dari balik purnama, sebenarnya purnama baru akan terjadi pada tengah malam nanti. Meskipun demikian, saat senja, Bulan sudah terlihat bundar.

Bulan Mei 2014 sebenarnya kaya akan fenomena astronomi menarik, tetapi banyak yang tak bisa diobservasi maksimal dari Indonesia. Ada badai meteor Camelopardalids, di mana 400 meteor per jam bisa disaksikan. Namun, hanya bisa dilihat di wilayah Amerika Utara dan Kanada. (kompas/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Sehari Dua Novel Diluncurkan