Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Pergerakan Sejarah dalam Studi Islam

Pergerakan Sejarah dalam Studi Islam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: kubepublishing.com)
Ilustrasi. (Foto: kubepublishing.com)

dakwatuna.com – Pergerakan sejarah pada waktu itu lebih condong kepada manusia, dari yang dipikirkan, dikatakan, dirasakan serta dialaminya. Bahwa cara pandang sejarah itu merupakan pengungkapan fakta bukan opini mengenai segala sesuatu yang telah terjadi di masa lalu. Maka pendekatan sejarah dapat dikatakan sebagai suatu cara menekankan perhatian kepada pemahaman dari berbagai gejala dalam dimensi waktu dahulu kala. Aspek kronologis termasuk gejala agama atau keagamaan merupakan ciri khas pada pergerakan sejarah. Karena itu, pengkajian terhadap pergerakan-pergerakan agama maupun studi, berdasarkan pendekatan ini harus dilihat dari segi-segi proses, perubahan-perubahan yang terjadi. Bahkan secara kritis, pergerakan sejarah itu bukanlah sebatas melihat segi pertumbuhan, perkembangan serta keruntuhan mengenai sesuatu peristiwa. Melainkan juga mampu memahami gejala-gejala yang menyertai peristiwa tersebut.

Kebenaran sejarah terletak akan kesediaan untuk meneliti sumber sejarah secara tuntas. Sehingga dapat mengungkapkan sejarah secara objektif. Hasil akhir yang diharapkan dalam pergerakan sejarah dalam studi Islam adalah kecocokan antara pemahaman sejarawan dengan fakta pada zaman dulu. Sehingga sejarah bisa dimaksud ilmu tentang studi untuk dipelajari oleh manusia yang akan datang. Melalui pergerakan sejarah, manusia diajak untuk memasuki keadaan yang sebenarnya berkenaan dengan penerapan suatu peristiwa di masa lalu. Seperti orang yang ingin memahami tentang al-Qur’an, maka ia harus memahami ilmu Asbab an-Nuzul (ilmu tentang turunnya Al-Qur’an). Begitu juga apabila seseorang ingin memahami tentang hadits nabi Muhammad Saw, maka ia membutuhkan ilmu Asbab  al-Wurud (ilmu tentang turunnya Hadits).

Berkenaan dengan uraian di atas, maka studi Islam difokuskan pada masalah pendidikan. Melalui pergerakan sejarah, ditemukan berbagai keterangan terkait pendidikan Islam sepanjang sejarah, adanya perhatian yang besar dari umat Islam terhadap pentingnya pendidikan dan menuntut ilmu sekarang ini. Selain itu, umat Islam juga mendapat informasi yang sangat berharga terkait ulama Islam yang memiliki perhatian khusus terhadap dunia pendidikan Islam pada zaman dulu untuk kemajuaan masa yang akan datang. Dapat disimpulkan, bahwa pergerakan sejarah dalam studi Islam bisa dikembangkan menuju pendekatan sejarah peradaban Islam, yang mana dalam pengungkapan berbagai hal di balik suatu kejadian bisa menggunakan teori-teori yang sudah dijalankan pada zaman dahulu. Pentingnya memanfaatkan pendekatan sejarah peradaban semakin diminati melihat keterbatasan hasil-hasil penelitian yang hanya menggunakan pendekatan klasik, sehingga pengetahuan tidak komprehensif. Perkembangan tersebut merupakan satu hal yang harus diubah seiring dengan perkembangan zaman dan masyarakat yang semakin kompleks.

Berbicara tentang sejarah, segala peristiwa dapat dilacak dengan melihat kapan peristiwa itu terjadi, dimana, apa sebabnya, dan siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Tentunya, pergerakan sejarah dalam studi Islam ini dilakukan melalui berbagai tahapan yang harus dipenuhi. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah: Pertama, mencari sumber sejarah. Sumber sejarah merupakan salah satu yang menentukan kualitas pendekatan dalam melakukan studi Islam. Oleh karena itu, yang perlu diperhatikan terkait sumber sejarah ini adalah kecermatan atau ketelitian sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah pendapat dan pengetahuannya. Kedua, pemilihan data-data sejarah. Pemilihan data ini dapat dilakukan dengan cara menyeleksi sumber sejarah melalui kritik dan dapat dipercaya kebenarannya guna melakukan pendekatan tentang studi Islam. Ketiga, pendekatan data atau analisis terhadap fakta-fakta sejarah. Tahapan ini merupakan proses pendekatan sejarah yang tidak terpisahkan dari langkah berikutnya. Terakhir, penulisan hasil. Penulisan ini dapat digunakan sebagai tolok ukur ilmu pengetahuan yang akan datang. Sehingga pendidikan di masa akan datang lebih baik dari pendidikan masa lalu. Dalam pendekatan sejarah, pergerakan sejarah dalam studi Islam merupakan sebuah jalan baru sebagai dasar pondasi ilmu pengetahuaan di masa yang akan datang.

Aspek pergerakan sejarah dalam studi Islam bisa mencakup pendidikan akhlak, kejiwaan, sosial, agama, fisik, dan lain sebagainya. Berbagai aspek yang tercakup dalam studi Islam tersebut dapat dilihat dari pandangan al-Qur’an dan Hadits serta pendapat para Ulama’. Pada prinsipnya, studi Islam ada dua. Yaitu materi pendidikan yang berkenaan dengan masalah dunia dan materi pendidikan yang berkenaan dengan akhirat. Hal ini didasarkan pada kandungan ajaran Islam yang memuat kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Dilihat dari periode pergerakan sejarah dalam studi Islam mencakup:

  1. Periode pembinaan yang berlangsung pada zaman nabi Muhammad Saw. Masa ini berlangsung sejak Nabi Muhammad Saw menerima wahyu dan diangkat sebagai Rasul.
  2. Periode pertumbuhan pendidikan Islam yang berlangsung sejak zaman Nabi Muhammad Saw wafat sampai masa akhir  Bani Umaiyyah yang diwarnai oleh berkembangannya ilmu-ilmu naqliyah.
  3. Periode kejayaan (puncak perkembangan) pendidikan Islam, yang berlangsung sejak permulaan Daulah Abasiyyah sampai dengan jatuhnya Bagdad yang diwarnai dengan berkembangnya ilmu aqliyah dan timbulnya madrasah, serta memuncaknya perkembangan kebudayaan Islam.

Penulis menyimpulkan, bahwa pendidikan di Indonesia ini pun sebenarnya bisa menggapai kegemilangan suatu pendidikan yang pernah dicapai di masa lalu. Mengambil hikmah dari sejarah serta melakukan pembenahan-pembenahan harus dilakukan dalam segala aspek pendidikan Islam demi terwujudnya suatu negeri yang indah dan makmur di bawah naungan Tuhan Yang Maha Pengampun, Baldatun Thayyibatun wa Robbun Ghofur.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Abdul Rozak Ali M
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Jurusan Pendidikan Agama Islam. Ketua Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah dan Staff Tabligh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Lihat Juga

Ilustrasi. (dakwatuna/hdn)

Menengok Sejarah Pancasila: Ideologi Kebangsaan Berlandaskan Islam

Organization