Home / Berita / Internasional / Asia / Bukti Kuat Suriah Gunakan Senjata Kimia

Bukti Kuat Suriah Gunakan Senjata Kimia

Korban penggunaan senjata kimia rezim Asad (Aljazeera)
Korban penggunaan senjata kimia rezim Asad (Aljazeera)

dakwatuna.com – Damaskus. Human Rights Watch (HRW) menyatakan telah memiliki bukti kuat bahwa rezim Asad menggunakan senjata kimia untuk menyerang wilayah-wilayah yang dikuasai pejuang revolusi bulan lagi. HRW juga kembali menghimbau Dewan Keamanan (DK) PBB untuk melimpahkan kasus Suriah ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Menurut keterangan HRW, seperti dilansir Aljazeera, Selasa (13/5/2014), pesawat helikopter rezim Asad menjatuhkan bom-bom barel yang diisi dengan gas klorin. Bom-bom itu dijatuhkan di Hama dan Idlib. Rezim Asad adalah satu-satunya pihak yang memiliki senjata kimia dalam konflik di Suriah. Karena merekalah yang mempunyai pesawat tempur dan helikopter.

HRW menegaskan bahwa menggunakan gas beracun dalam perang adalah hal yang terlarang, sesuai dengan konsensus dunia terkait pelarangan senjata kimia. Suriah termasuk negara yang menandatangani konsensus itu pada bulan Oktober 2013 lalu.

Dalam upaya mengumpulkan bukti penggunaan senjata kimia ini, HRW melakukan wawancara dengan 10 orang saksi, 5 orang di antaranya aktif dalam dunia kedokteran. Ditambah dengan potongan rekaman video dan foto sisa-sisa ledakan.

Para saksi mata menyatakan melihat sebuah helikopter terbang beberapa saat sebelum ledakan. Setelah itu langsung tercium bau yang sangat aneh dan menyengat. Secara terpisah para saksi juga sepakat ketika menunjukkan gejala fisik yang dialami korban, terutama terkait Dean gejala sesak nafas. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

PM Rusia, Dmitry Medvedev dan PM Israel Benyamin Netanyahu. (aljazeera.net)

Rusia dan Israel Sepakat Terkait Nuklir Iran

Organization