Home / Berita / Internasional / Amerika / Kampanye Boikot Pilpres Kudeta Mesir dari Washington

Kampanye Boikot Pilpres Kudeta Mesir dari Washington

Capres kudeta, Hamden Shabahi dan Abdul Fatah As-Sisi (alquds)
Capres kudeta, Hamden Shabahi dan Abdul Fatah As-Sisi (alquds)

dakwatuna.com – Amerika Serikat. Para aktivis Mesir penentang kudeta yang bermukim di Amerika Serikat gencar mengkampanyekan boikot Pilpres Kudeta Mesir yang diselenggarakan pada 26-27 Mei ini (khusus untuk wilayah luar negeri akan dilaksanakan pada Kamis (15/5) dan Minggu (18/5) mendatang.

Ikut serta dalam kampanye tersebut tiga LSM Mesir-AS, yaitu: Yayasan Revolusi Mesir (Jam’iyah Misr Ats-Tsaurah), Lembaga Mesir-AS untuk Demokrasi dan HAM (Al-Muassasah Al-Misriyah Al-Amrikiyah lil Dimukratiyah wal Huquqil Insaan), dan Pusat Hubungan Mesir-AS (Markaz Al-‘Ilaqat Al-Misriyah wal Amrikiyah).

Salah seorang aktivis Pusat Hubungan Mesir-AS, Amin Mahmud, menyatakan bahwa pihaknya mengimbau rakyat Mesir untuk memboikot pemilu kudeta ini karena tidak akan mendukung demokratisasi.

Kedua capres kudeta, baik Abdul Fatah As-Sisi maupun Hamden Shabahi, dianggap tidak berpihak pada upaya penegakan HAM, demokrasi, dan kemerdekaan yang hakiki.

Sementara Wakil Ketua Lembaga Mesir-AS untuk Demokrasi dan HAM, Ahmad Syahatah, menegaskan bahwa pihaknya meyakini peristiwa 3 Juli 2013 sebagai kudeta militer berdarah.

Sikapnya satu dalam menghadapi kudeta yaitu akan memboikot pemilu karena keikutsertaan di dalamnya merupakan pengakuan secara tidak langsung terhadap (legalitas) kudeta.

Syahatah menyatakan gerakan kampanye boikot pemilu di luar negeri sudah diluncurkan sejak Februari 2014 dengan tujuan menggalang dukungan rakyat Mesir yang tinggal di luar negeri, khususnya Amerika Serikat dan Eropa. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.
  • Sejuki

    Betul sekali. Pemilu Pilpres Mesir itu sejatinya adalah utk melegitimasi kekuasaan As Sisi sekaligus juga utk dipakai sebagai sarana legalitas sepak terjangnya selama ini.

    Logikanya begini, ketika dia (As Sisi) dalam pemilu nanti terpilih sebagai Presiden Mesir (dan pasti akan terpilih karena memang sudah diset/direkayasa sejak awal), maka dia akan koar-koar kira-kira seperti ini: “Nah, gue kan didukung rakyat gue sendiri yg berarti juga sepak terjang gue selama ini (baca: termasuk kudeta dan pembantaian massal para demonstran lawan politiknya) adalah benar (karena didasarkan atas dukungan rakyat). Jadi, alasan logis apalagi yg bisa dipakai utk mempidanakan gue?”

    Nah tuh akal licik para durjana. Canggih juga kan? Tapi, kasar sekali ya cara mainnya.

Lihat Juga

Mesir Tangkapi Nelayan Palestina dan Menyerahkannya ke Israel