Home / Berita / Nasional / Palestina, Kewajiban yang tak Terlupakan

Palestina, Kewajiban yang tak Terlupakan

SALAM UI menggelar seminar yang bertajuk "Palestina: Kewajiban yang tak terlupakan" di aula utama Masjid ukhuwah Islamiyah, jumat (9/5) - Foto: Dika/Salam UI
SALAM UI menggelar seminar yang bertajuk “Palestina: Kewajiban yang tak terlupakan” di aula utama Masjid ukhuwah Islamiyah, jumat (9/5) – Foto: Dika/Salam UI

dakwatuna.com – Jakarta.  Departemen Salam Palestine Center (Space) Lembaga Dakwah Kampus Nasional Nuansa Islam Mahasiswa (LDK Salam UI) menggelar sebuah seminar yang bertajuk “Palestina: Kewajiban yang tak terlupakan” di aula utama Masjid ukhuwah Islamiyah.

Seminar ini menghadirkan Ust. Heri Efendi dari KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina) dan Patriot Adinarto (Direktorat Timur Tengah, Kemenlu RI).

“Kajian hari ini merupakan grand launching dari kajian tematik departemen Salam Palestine Center (Space). Kalau tujuan mengapa mengangkat tema “Palestina Kewajiban yang Terlupakan”, kita ingin mengajak masyarakat, terutama mahasiswa UI untuk menolak lupa mengenai apa yang sedang terjadi di Palestina. Selain itu, juga untuk memberikan pemahaman bahwa sebenarnya kita mempunyai kewajiban untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina.” Ujar Vivi, Kepala Departmen Space Salam UI 17.

“Kajian tematik sesuai dengan namanya, yaitu kajian yang bertema. Tema umum Palestina, namun akan ada tema spesifik setiap sesi nantinya. Serta akan ada semacam kurikulumnya. Kurikulum ini agar runut dari awal mengenai sejarah sampai tema kontemporer. Pelaksanaannya satu kali sebulan, jika antusias masyarakat besar, kita bisa adakan dua kali.” tambah Vivi dalam rillisnya kepada redaksi.

Di kajian ini, Ust. Heri menyampaikan bahwa Palestina adalah inti dari konflik di dunia Islam. Mulai dari zaman para Nabi, tanah Palestina selalu menjadi perebutan antar kekuatan, misal, Byzantium dan Persia, Turki Ustmani, dan Inggris. Pelimpahan secara sepihak dari Inggris kepada Israel untuk tanah Palestina tidak dapat diterima, seperti seseorang yang mempunyai rumah sendiri kemudian ada yang menumpang, namun yang mempunyai rumah terusir oleh yang menumpang. Tidak bisa diterima secara logika karena itu wajib bagi kita untuk menaruh perhatian kepada permasalahan di Palestina.

Patriot Adinarto menambahkan bahwa Indonesia selalu mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina sejak merdeka sampai sekarang. Di antaranya adalah dasasila Bandung dan konferensi Asia-Afrika pertama itu diinisiasi karena alasan kepedulian terhadap Palestina, dan yang terakhir di awal Maret 2014, Indonesia mengadakan konferensi internasional membahas keberlanjutan kemerdekaan negara Palestina. Jalurnya memang lebih banyak jalur diplomasi yang kebanyakan tidak diketahui oleh masyarakat dan memang terbatas karena cenderung bersifat rahasia. Real yang dapat dilihat oleh masyarakat yaitu program pemberian skill kepada 10.000 warga Palestina. (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Aksi Solidaritas Palestina oleh LDK SSP STEI SEBI yang berlokasi di Car Free Day, Jakarta. Ahad (27/11/2016).  (Ahmad Jundi Taqiyuddin/LDK SSP STEI SEBI)

Aksi Solidaritas Untuk Palestina di Car Free Day Jakarta

Figure
Organization