Home / Keluarga / Pendidikan Anak / Cerdas Mendidik Remaja

Cerdas Mendidik Remaja

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (anggawakurnia.blogspot.com)
Ilustrasi. (anggawakurnia.blogspot.com)

dakwatuna.com – Orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak-anaknya dalam keluarga.  Dari orang tualah, anak-anak mendapatkan sentuhan kasih sayang  dan pendidikan yang baik. Semenjak anak lahir sampai menginjak usia remaja, orang tua (terutama ibu) berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan dalam kehidupan anaknya. Warna-warni kehidupan anak sangat ditentukan oleh kedua orang tuanya. Maka pendidikan dalam keluarga sangat menentukan kepribadian anak sampai usia remaja.

Mendidik remaja bukanlah perkara mudah. Banyak kendala dan masalah yang akan dihadapi orang tua  dalam melaksanakan perannya itu. Apalagi bagi orang tua yang tidak mempunyai modal yang jelas dan bekal yang banyak dalam mendidik anak-anaknya. Masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Pada masa ini, anak mengalami perubahan yang signifikan dalam dirinya baik secara fisik maupun secara psikis.

Secara Psikologi ,  remaja tengah mengalami masa pubertas. Sebuah masa sulit bagi dirinya untuk menentukan identitas diri yang penuh dengan romantika. Maka  tidak jarang kita menemukan sifat-sifat  dalam diri remaja seperti. Sulit di atur, tidak semangat belajar, butuh perhatian lebih, sudah mulai melirik pada lawan jenis, suka memberontak dan  bahkan tidak jarang pada usia ini, anak terjerumus dengan pergaulan bebas dan kenakalan remaja. Berbagai kegiatan yang kontraproduktif dilakukan sebagai ekspresi gejolak jiwanya. Seperti pergaulan bebas, suka tawuran, merokok, minum-minuman keras, mengkonsumsi narkoba, tindakan kejahatan perampokan,  dan kegiatan negatif lainnya yang merusak. Gejala ini akan jelas kelihatan dan marak terjadi dikota-kota besar yang warna hidupnya cendrung permisif.

Disinilah kecerdasan orang tua diperlukan dalam mendidik remaja. Orang tua  yang cerdas sangat memperhatikan karakter dan  perkembangan psikologi anaknya. Orang tua akan    berusaha memberikan pelayanan prima dan perhatian yang penuh berkaitan dengan pendidikan yang diberikan pada anak remajanya.  Orang tua yang cerdas akan sangat berhati-hati dalam mendidik anak-anaknya. Mereka tidak memaksakan  kehendak pada anaknya untuk melakukan dan menjauhi sesuatu yang tidak diingininya. Orang tua berusaha memberi kesempatan yang luas pada anaknya untuk memenentukan kebaikan pada dirinya dengan tetap mendapatkan bimbingan dan arahan yang benar

Orang tua yang cerdas akan berusaha memilih sekolah yang akan dapat membimbing dan membina anak-anaknya ke arah yang baik dengan program pendidikan yang islami dan berkesinambungan. Sekolah dan programnya sangat menentukan sekali dalam hal pembentukan kepribadian anak remaja. Tidak jarang, justru terjadi hal yang kontraproduktif  antara nilai-nilai yang ditanamkan dalam keluarga  dengan yang dikembangkan di sekolah. Oleh karena itu, orang tua harus  mencari sekolah yang  berkualitas. Sekalipun harus mengeluarkan biaya besar.

Untuk mendapatkan hasil pendidikan yang maksimal bagi anak remaja, maka ada empat strategi pendidikan yang harus menjadikan perhatian bagi orang tua dan guru kemudian mempraktekkannya dalam kehidupan keluarga  dan sekolah secara konsisten dan berkelanjutan :

Pertama: Mendidik  anak remaja dengan lemah lembut. Orang tua yang cerdas akan mendidik dan membimbing anaknya dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang. Dengan cara ini, anak akan merasakan sentuhan batin  yang membahagiakan dirinya. Ketika  remaja  membuat keonaran dan banyak masalah, tidak bisa diselesaikan  dengan cara yang keras lagi kasar. Memang kelihatannya masalah akan selesai  dengan segera namun akan menimbulkan masalah baru yang membuat diri anak tidak menyukainya bahkan berusaha menghindar dari orang tuanya. Apabila hal ini yang terjadi, maka tentunya kebaikan yang disampaikan orang tua pada anak tidak  membuahkan hasil. Yang dibutuhkan anak adalah kasih sayang yang tulus, perhatian yang penuh dan bimbingan dengan tutur kata yang santun dan sikap yang lemah lembut. Dengan demikian akan terjalin keharmonisan hubungan anak dengan orang tuanya.

Kedua: Membangun dialog dan diskusi yang baik dalam keluarga. Orang tua yang cerdas akan berusaha menjalin komunikasi dan interaksi yang baik dengan anak remajanya. Jangan sampai ada gave (pembatasan) antara dirinya dengan anaknya. Banyak masalah yang dialami remaja justru menjadikan selain orang tuanya sebagai tempat curhat (curahan hati) sebut saja pada temannya atau melalui Facebook yang tentu bahayanya lebih besar. Sering kita mendengar berita korban Facebook dari kalangan remaja karena tersumbatnya komunikasi anak dengan orang tuanya. Untuk itu, orang tua harus cerdas mencari momen penting agar dapat menjalin komunikasi sekaligus menyatukan hati dengan anak remajanya. Salah satu caranya dengan sering dialog dan berdiskusi tentang banyak hal terutama berkaitan dengan masalah yang dihadapi anak remajanya.

Ketiga: Memberikan nasehat yang menuntun. Anak remaja dalam perjalanan hidupnya tentu banyak mengalami masalah. Sebagai solusi dalam menyelesaikan masalah anak, nasehat orang tua sangat dibutuhkan. Dalam hal ini, orang  tua harus arif dan bijaksana tentang bagaimana nasehat yang diberikan itu. Karena hal itu akan membawa kesejukkan bagi anaknya dan sarat dengan petuah-petuah yang berisikan tuntunan. Tidak jarang kita temui, bahwa anak antipati terhadap  nasehat orang tua karena tidak tepat waktu menesehati dan terlalu banyak nasehat yang diberikan  melebihi kebutuhan diri anaknya.

Keempat: Pujian yang tulus. Semua orang senang dipuji dan tak suka dicaci. Demikianlah juga halnya  anak remaja kita. Untuk itu, orang tua yang cerdas  harus dapat memanfaatkan kecendrungan ini. Agar tidak berat  baginya untuk memuji anaknya ketika melakukan sesuatu yang positif dan tidak mudah mencaci maki ketika anaknya melakukan perbuatan negatif.

Memuji dan mencaci adalah hal yang saling berseberangan dan memberikan pengaruh yang bertolak belakang bagi anaknya. Memuji anak  bukanlah asal memuji tetapi memujinya dengan pujian tulus yang lahir dari lubuk hati terdalam dan semangat untuk membahagiakan anaknya . Dengan demikian, anak kita merasa mendapatkan penghargaan dari orang tuanya.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,43 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Drs. Dedi Irwan
Lahir di Batusangkar tanggal 28 September 1967. SD sampai SMA di Batusangkar dan menamatkan S1 pada Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Batusangkar. Tamat April 1993 dan kemudian mengajar di MTSN Batusangkar sebagai tenaga honorer. Tahun 1992-2005 aktif mengelola kegiatan Pendidikan dan Dakwah Islam di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dakwah Islam Wihdatul Ummah. Tahun 1995 bersama aktivis dakwah lainnya, mendirikan TK Qurrata Ayun , tahun 2005 mendirikan SDIT dan PAUD. Semenjak tahun 1998 diangkat sebagai guru PNS dan mengajar di SMAN 2 Batusangkar sampai sekarang. Tahun 2012 mendirikan LSM Anak Nagari Cendekia yang bergerak di bidang dakwah sekolah dan pelajar diamanahkan sebagai ketua LSM. Di samping itu sebagai distributor buku Islami dengan nama usaha Baitul Ilmi. Sejak pertengahan Desember 2012 penulis berkecimpung dalam dunia penulisan dan dua buku sudah diterbitkan oleh Hakim Publishing Bandung dengan judul: "Daya Pikat Guru: Menjadi Guru yang Dicinta Sepanjang Masa dan Belajar itu Asyik lho! Agar Belajar Selezat Coklat. Kini tengah menyelesaikan buku ketiga Guru Sang Idola: Guru Idola dari Masa ke Masa. Di samping itu penulis juga menulis artikel yang telah dimuat oleh Koran lokal seperti Padang Ekspress, Koran Singgalang dan Haluan. Nama istri: Riswati guru SDIT Qurrata Ayun Batusangkar. Anak 1 putra dan 2 putri, yang pertama Muthiah Qurrata Aini (kelas 2 SMPIT Insan Cendekia Payakumbuh), kedua Ridwan Zuhdi Ramadhan (kelas V SDIT ) dan Aisyah Luthfiah Izzati (kelas IV SDIT). Alamat rumah Luak Sarunai Malana Batusangkar Sumbar.

Lihat Juga

Pesan Ibu untuk Sang Anak, Ikut Aksi 4 November