Home / Berita / Internasional / Amerika / Di Brasil, Aleg Korupsi Digantung di Tiang Listrik

Di Brasil, Aleg Korupsi Digantung di Tiang Listrik

Seorang aleg korup diikat di tiang listrik (slaati.com)
Seorang aleg korup diikat di tiang listrik (slaati.com)

dakwatuna.com – Rio de Janeiro. Penduduk kota Mata Grande di negara bagian Alagoas, Brasil, sangat kecewa dengan vonis pengadilan yang membebaskan seorang angga parlemen dari tuduhan korupsi. Oleh karena itu, mereka memberikan hukuman dengan cara mereka sendiri.

Surat kabar Shada, Kamis (8/5/2014), mengabarkan bahwa para penduduk kota akhirnya mengikat seorang Ale bernama Marsaanillo da Costa pada sebatang tiang listrik. Costa diikat dengan sangat kuat untuk menjadi pelajaran bagi para pejabat yang lain.

Pemilik tali yang digunakan untuk mengikat, Dos Anjos Josechled, mengatakan bahwa masyarakat sudah sangat bosan dengan kasus korupsi dan dagelan peradilan. Kalau setelah ini masih ada yang melakukan korupsi, maka kami membutuhkan lebih banyak lagi tiang listrik. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 7,60 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • Qback Naoki Quron

    kerennn….., lanjutkan

  • mantab . . .

  • Hera Ardhany

    klo di Indonesia cukup di tiang monas

  • yakub12

    apa jadinya kalau ini terjadi di negara muslim, dengan alasan HAM mereka akan mengkritik, memprotes bahkan memboikot negara muslim tersebut, padahal mereka juga bosan dengan hukum buatan manusia yang tidak jera-jeranya bagi mereka pelaku kejahatan melakukan tindakan kriminal dengan hukum terlalu enak, terlalu ringan, melalui ini saya buat salut kepada yang mulia sultan hasanal bolkiah (sultan brunai darus salam) yang menerapkan hukum islam di negaranya, hukum islam untuk membuat efek jera bagi pelaku kriminal dan taubatnya bagi pelaku kriminal (andai mencuri/koruptor sesuai ketentuan syarat hukum islam maka hukumnya dipotong tangannya maka dosa dari mencuri akan terhapuskan, lain halnya kalau pakai hukum produk manusia mungkin hanya dihukum sekian tahun tanpa adanya penebusan dosa kalau pencurinya beruang hukumannya bisa dibeli untuk mengurangi masa hukuman NA’UDZUBILLAH TSUMMA NA’UDZUBILLAH)

Lihat Juga

Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI. (detik.com)

Sidang Mediasi Perdana Fahri Hamzah dan PKS Gagal