Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Merengkuh Manfaat Luas Luar Biasa

Merengkuh Manfaat Luas Luar Biasa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (wallsfeed.com)
Ilustrasi. (wallsfeed.com)

dakwatuna.com“Innal barokata ma’al jamaa’ah.” Sungguh, keberkahan ada bersama (di dalam) jama’ah. Memang unik sepenggal kata yang satu ini, jama’ah atau sekumpulan.

Selayaknya seorang individu (manusia), harus disadari bahwa kita tidak mampu hidup sendiri lagi tersendiri. Walaupun hakikat setiap kita adalah individu-individu.

Oleh sebab itu, andil atau ikut sertanya kita pada barisan jama’ah ini, dalam bentuk apapun, karena tak bisa dipungkiri, masing-masing kita memiliki banyak kekurangan.

Namun, yang harus dipahami, dengan adanya jama’ah inilah kita yang berbeda sikap dan juga bakat. Saling mengerti, berpadu, melengkapi serta mengisi kelemahan-kelemahan yang ada. Sehingga yang akan muncul kelak dikemudian masa dengan keluhuran cinta (ukhuwah) berjama’ah.

Dengan berjama’ah pula, kita saling menyemangati diri satu dengan lainnya. Yang mulai letih berlebih kendur,  futur lagi putus asa, untuk menetaskan sebuah harmoni hingga saling menggalang penggalan-penggalan kekuatan yang dimiliki masing-masing. Untuk mensinergikan kekuatan yang masih berserakan-terpencar demi tercipta kebaikan demi kebaikan yang manfaatnya luas-luar biasa.

Sebatang lidi, apa yang dapat dilakukannya? Sulit berbuat, miskin manfaat, amat kecil kontribusinya, sangat tidak maksimal. Namun, bila sebatang lidi berkumpul bersama, menjadi satu, diikat dengan kuat dan baik,  maka kotoran mana yang tidak dapat dibersihkan?

Dan kepada mereka yang istiqomah dalam jama’ah kebajikan, apapun bentuknya itu, bersyukur dan bersabarlah. Mereka adalah pilihan Allah yang kelak ujian akan datang silih berganti sebagai tanda cinta suci, pengokoh, sekaligus penenang jiwa yang kelak termuliakan akan takdir-Nya.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Q.s. al-Ankabut [29] : 2-3)

Sungguh, fitrah seorang manusia, yang sadar atau tidak, dalam benak setiap jiwa pasti tahu. Allah telah menetapkan dunia atas dua jalan dan dua pilihan yaitu, “Hizbullah aw Hizbusysyaithon”, jama’ah Allah atau jama’ah setan. Al-haq au Al-bathil. Ya, hakikatnya hanya dua saja seluruh aktivitas yang kita lakukan. Kalau tidak baik ya buruk. Tidak ada yang lainnya.

Sungguh, yang haq (benar) di sisi Allah dan pasti mulia (hizbullah). Atau yang bathil di sisi setan laknatullah dan pasti hina dan akan hancur, seberapapun besar dan kuatnya kebathilan saat itu (hizbusysyaithon), pasti hancur.

Dan sekarang, pilihan ada pada diri kita masing-masing? Mulia atau hinanya kita tergantung apa yang kita pilih dalam kehidupan.

Ayo, berjama’ah! Untuk manfaat luas-luar biasa.

Semoga bermanfaat, Allahu A’lam Bishshowwab.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
founder and manage waralaba TAKOBAN TAKOYAKI, serta mahasiswa STIDA Al Manar.

Lihat Juga

(Klik untuk memperbesar)

(Video) Mengawali Tahun Baru Hijriah dengan Gerakan Subuh Jamaah Nasional