Home / Berita / Nasional / Said Aqil: Pelaku Liwath Harus Dihukum Seberat-beratnya

Said Aqil: Pelaku Liwath Harus Dihukum Seberat-beratnya

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj - (foto: pcnu-bandung.com)
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj – (foto: pcnu-bandung.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) minta penegak hukum menghukum berat pelaku kejahatan sodomi untuk menimbulkan efek jera sehingga kejahatan itu tidak semakin menyebar di masyarakat.

“Agar tidak menjalar ke masyarakat, tidak menjadi contoh kepada masyarakat lainnya,” kata Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan dalam Islam, sodomi atau liwath merupakan perbuatan dosa besar meski dilakukan atas dasar suka sama suka, apalagi jika dilakukan dengan unsur pemaksaan.

Liwath sudah ada sejak zaman Nabi Luth, yang mana sebagai hukumannya Allah membalik bumi dan semua umat yang melakukannya binasa. Demikian juga sekarang, aparat harus menghukum seberat-beratnya pelaku liwath,” katanya.

Kejahatan seksual berupa sodomi dengan korban anak-anak belakangan marak terjadi di Indonesia. Bermula dari terungkapnya kasus di Jakarta International School (JIS), beberapa kejadian lainnya pun terungkap.

Di Sukabumi, sebanyak 120 anak menjadi korban kejahatan seksual yang dilakukan Andri Sobari alias Emon, disusul sejumlah kasus di Kalimantan Timur dan daerah lainnya. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • nosetan1003

    Pak Said berani gak usul agar pelakunya dihukum rajam sesuai hukum syari’ah.

Lihat Juga

Tebuireng Tak Akui PBNU Muktamar ke-33, Berikut isi Maklumatnya