Home / Berita / Internasional / Afrika / Jamal Sultan: As-Sisi Seperti Main Facebook Saat Berhadapan dengan IM

Jamal Sultan: As-Sisi Seperti Main Facebook Saat Berhadapan dengan IM

Pimred Al-Misriyun, Jamal Sultan (islammemo)
Pimred Al-Misriyun, Jamal Sultan (islammemo)

dakwatuna.com – Mesir. Wartawan senior Mesir dan Pimred Majalah Al-Misriyun, Jamal Sultan, mengkritik wawancara capres kudeta, Abdul Fatah As-Sisi, dengan salah satu TV Mesir pada Senin lalu (5/5), terutama ancamannya untuk memberangus gerakan Ikhwanul Muslimin (IM).

Menurut Sultan, As-Sisi seperti bermain jejaring sosial Facebook ketika berhadapan dengan IM, yang akan menghapus (block) pertemanan dengan seseorang jika tidak menyukainya.

As-Sisi tidak menyadari bahwa persoalan tidak semudah membalikkan telapak tangan karena IM adalah gerakan sosial yang mengakar sangat dalam di tengah jutaan rakyat Mesir.

Selain itu, IM juga mempunyai pengaruh yang kuat di tingkat internasional yang direpresentasikan melalui keberadaannya pada (minimal) lima negara Arab dan Islam.

Sultan mengingatkan As-Sisi bahwa diperlukan nalar politik yang dewasa dan serius dengan mempertimbangkan aspek keamanan, ekonomi, etik, sosial, keagamaan, dan politik sebelum memutuskan untuk memusuhi IM secara membabi buta.

Menghadapi IM dengan menggunakan nalar kekuatan dan kekerasan hanya akan menggiring Mesir ke dalam lorong kemunduran yang gelap sebagaimana dialami sebelumnya. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.
  • Sejuki

    Memang Al Sisi itu gak punya otak kok. Yg dia andalkan itu hanya bahasa kekuatan fisik (baca: senjata) semata. Mau apalagi?

    As Sisi itu adalah Setan berbaju Manusia. Jangankan manusia, Allah saja dia lawan.

Lihat Juga

Mesir Tangkapi Nelayan Palestina dan Menyerahkannya ke Israel