Home / Berita / Nasional / Jalinan Ruhani ala Forum Liqo Muslimah Perth, Western Australia

Jalinan Ruhani ala Forum Liqo Muslimah Perth, Western Australia

Jalinan Ruhani Muslimah Indonesia di Perth, Australia, RAbu (7/5) - (Foto: Nurul)
Jalinan Ruhani Muslimah Indonesia di Perth, Australia, RAbu (7/5) – (Foto: Nurul)

dakwatuna.com – Perth.  Musim gugur (autumn) dengan curah hujan yang kian meningkat dan angin yang kian kencang rupanya tidak menyurutkan langkah muslimah-muslimah Indonesia di Negeri Kanguru untuk tetap mengaji dan meningkatkan kondisi ruhiyah mereka.

Seperti yang dilaksanakan oleh muslimah-muslimah Indonesia di Kota Perth Australia Barat yang mengadakan acara Jalinan Ruhani (JR) di Centenary Hall, Centenary Pavilion, Wilson yang berdekatan dengan kampus Curtin University pada hari Rabu, 7 Mei 2014.

Acara gabungan yang dilaksanakan oleh Forum Liqo’ Muslimah Perth tersebut mengundang liqo’an-liqo’an muslimah yang ada di Kota Perth dan sekitarnya, bertujuan untuk meningkatkan kondisi ruhiyah para peserta Pengajian Rutin (Liqo’) dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi bulan suci  Ramadan  yang tinggal dua bulan lagi.

Agenda yang dilaksanakan dalam kegiatan JR tersebut meliputi Tasmi’ Al Quran, pembacaan Al Ma’tsurat Kubra bersama-sama, serta penyampaian materi (taujih)  tentang Muraqabatullah.

Ummu Tamam, Ustadzah muda jebolan Fakultas Kedokteran Gigi – Universitas Indonesia yang menyampaikan taujihat memaparkan tentang arti Muraqabah, tahapan tahapannya serta hasil dari Muraqabah.

Dalam taujihatnya, Ummu Tamam menyitir Al Qur’an Surat An-Najm (53) ayat 32 yang artinya “(Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Maha luas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertaqwa”.

Ummu Tamam memaparkan makna dari Muraqabatullah dan muhasabah. Muhasabah adalah upaya diri untuk senantiasa me rasa terawasi oleh Allah (Muraqabatullah). Jadi upaya untuk menghadirkan Muraqabatullah dalam diri dengan.

Lebih lanjut Ummu Tamam yang merupakan ibu dari empat orang putra-putri ini juga menjelaskan tentang makna Muraqabatullah, urgensi Muraqabah dan Muhasabah serta tahapan-tahapan dalam mencapainya.

Di akhir pemaparannya, Ustadzah yang juga permanent resident di Australia ini memaparkan tentang hasil dari Muraqabatullah dan Muhasabah berupa 1) mengetahui aib, kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan diri serta berupaya sekuat tenaga meminimalisir atau bahkan menghilangkannya, 2) istiqamah di atas syariat Allah SWT, dan 3) InsyaAllah akan aman dari berat dan sulitnya penghisaban di hari kiamat nanti.

Usai taujihat, acara JR dilanjutkan dengan shalat Zhuhur berjamaah dan makan siang bersama secara potluck-an dimana masing-masing group liqo’an mempersiapkan dan membawa makanannya sendiri untuk di-sharing. Acara JR ini InsyaAllah akan menjadi agenda rutin yang akan dilaksanakan oleh Forum Liqo’ Muslimah Perth. (NH/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Rohingya

DPR Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas atas Insiden Kekerasan di Rohingya