Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Tidur Sejenak

Tidur Sejenak

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Buya Hamka - (Foto: kaskus.co.id)
Buya Hamka – (Foto: kaskus.co.id)

dakwatuna.com – Pemimpin serta ulama besar, tidak terlepas dari keobsesifannya terhadap ilmu. Ketika ulama salaf terdahulu ingin mempelajari dan menghafal hadits, mereka harus jauh-jauh berjalan puluhan bahan ratusan kilometer dalam waktu berhari-hari. Melintasi gurun, padang oase, rerumputan, hingga danau yang menyegarkan. Tetapi rumitnya perjalanan tidak pernah menyurutkan semangat mereka.

Begitu juga dengan tokoh-tokoh besar di Indonesia. Buya Hamka misalnya, serorang sastrawan, ulama, dan politisi ulung pun layak kita teladani. Bagaimana saat kondisi fisik beliau kurang baik, beliau harus diinfus. Tidak tanggung-tanggung, 4 stok infus harus dihabiskan. Hal itu terjadi karena beliau kekurangan waktu tidur. Tapi lagi-lagi, obat dalam infus pun menjadi tidak berguna, ketika beliau mendengar azan. Dengan segera, ia bangun dari tidurnya dan meminta perawat untuk mengambilkannya air wudhu. Waktu tidurnya sering tidak normal.

Keteladanan ulama terdahulu maupun Buya Hamka, hanyalah perbedaan zaman. Tetapi energinya sama. Inilah mindset para ulama yang menghabiskan waktu gelapnya untuk menulis, membaca, dan berdialog. Mengurangi porsi makan, agar lambungnya tidak memberi efek kantuk berlebih. Mengingat Allah di setiap desahan nafas. Sehingga wajar jika Allah meninggikan derajat mereka. Allahumagfirlahu Warhamhu Wa’afihi Wa’fu ‘anhu.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ridwan Akbar
Mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP UIN Jakarta.

Lihat Juga

Bisakah Shalat dan Dzikir Menaklukkan Lapar?