Home / Berita / Internasional / Afrika / Songsong Pilpres Kudeta, Universitas Al-Azhar Kosongkan Asrama Putri di Cairo

Songsong Pilpres Kudeta, Universitas Al-Azhar Kosongkan Asrama Putri di Cairo

Aksi demo menentang kudeta mahasiswi Al-Azhar (newelfagr)
Aksi demo menentang kudeta mahasiswi Al-Azhar (newelfagr)

dakwatuna.com – Mesir. Menjelang Pilpres Kudeta di Mesir pada 26-27 Mei ini, Universitas Al-Azhar memutuskan untuk mengosongkan secara paksa asrama putri di kawasan Nasr City, Cairo bagian Timur, mulai dari tanggal 21 Mei 2014 untuk tenggat selama satu minggu.

Persatuan Mahasiswa Al-Azhar menyatakan bahwa keputusan tersebut tidak berpihak kepada kepentingan mahasiswi, terutama langkah pengosongan bertepatan dengan masa-masa ujian yang membutuhkan konsentrasi tinggi para mahasiswa dan mahasiswi.

Langkah tersebut juga tidak memperhatikan kondisi para mahasiswi yang berasal dari pedalaman Mesir yang sulit melakukan perjalanan jauh, sementara mereka masih harus menyiapkan diri untuk menghadapi ujian akhir tahun.

Dalam hal ini, keputusan pengosongan asrama putri dari hampir 7000 mahasiswi yang sebagian besar berasal dari berbagai daerah dan provinsi bukan pertama kalinya diambil oleh Al-Azhar.

Keputusan yang sama diambil menjelang referendum konstitusi hasil amandemen pendukung kudeta beberapa waktu lalu, dalam rangka menghindari aksi demonstrasi besar-besaran mahasiswa/i.

Hal yang sama tampaknya juga dikhawatirkan menjelang Pilpres Kudeta pada akhir Mei ini yang menjadikan sang pengkhianat demokrasi, Abdul Fatah As-Sisi, sebagai salah satu kontestan utamanya. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 1,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.
  • Sejuki

    Kalo sudah begitu, kenapa tidak langsung saja Al Sisi diangkat (dinobatkan) sebagai Presiden. Kenapa harus lewat pemilu segala? Bukankah pemilu yg akan digelar itu sebenarnya adalah pemilu yg abal-abal, pura-pura, penuh rekayasa, yg pada akhirnya sudah bisa ditebak bhw Al Sisi lah yg akan terpilih (seakan secara demokratis) sebagai Presidennya.

    Kan begitu????? Hallo?????

  • medi

    kalau yg lain yg menang, paling asisi kudeta lagi. hahaayy

Lihat Juga

Kebutuhan Hidup Semakin Mahal, Seorang Warga Mesir Frustasi Dan Membakar Diri