Home / Pemuda / Essay / Sang Pemimpi Sejati

Sang Pemimpi Sejati

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (templates.com)
Ilustrasi (templates.com)

dakwatuna.com – Mimpi adalah sebuah tujuan yang ingin dicapai setiap insan. Bagi seorang pemuda, mimpi ialah suatu komponen penting dalam kehidupan. Jika seorang pemuda tidak mempunyai mimpi, maka jangan harap hidupnya akan bermakna. Karena mimpi adalah sebuah cita-cita yang harus dicapai. Kebanyakan orang tidak berani bermipi. Mungkin mereka takut untuk bermimpi? Takut mimpinya tidak terwujud. Oleh sebab itulah, banyak sekali pemuda yang tak berani bermimpi menjadi orang besar. Jika semua itu sudah tertanam di hati kita bahwasanya kita takut untuk bermimpi maka selamanya kita tidak akan berani untuk bermimpi. Memangnya kalau bermimpi itu bayar? Bukannya tidak, selagi mimpi masih digratiskan kenapa tidak!

Ada sebuah kisah tentang seorang pemuda yang sangat berani untuk bermimpi. Sampai-sampai dia menuliskan sebuah impiannya itu dalam sebuah kertas. Lalu kertas itu ditempelkan di dinding ruangan kamarnya. Di dalam kertas itu banyak sekali impian yang ingin dia capai.

Suatu ketika, seorang teman datang ingin bermain ke rumah sang pemuda. Setelah sampai di rumah seorang pemuda, seorang teman itu melihat secarik kertas yang tertempel di dinding kamarnya. Tiba-tiba seglintir pertanyaan keluar dari mulut seorang teman, “Apa tidak salah aku membaca tulisan itu, apakah itu impianmu?“ Sedikit sinis. Seorang pemuda itu menjawab dengan percaya diri, “Ya. Itulah mimpi yang akan saya capai.”

Sang teman dengan wajah yang memerah mentertawakan, “Hahahahahhaha, kalau mimpi itu jangan tinggi-tinggi toh, Le? Nanti kalau tidak tercapai bisa gila kamu.”

Dengan tenang, pemuda itu manjawab, “Mana bisa gila kawan? Seorang yang hidup di dunia itu harus mempunyai tujuan hidup yang jelas. Jika tidak mempunyai tujuan hidup untuk apa kita hidup di muka bumi ini? Wong Gusti Allah saja menciptakan kita ke muka bumi ini, ada tujuannya. itu tertuang dalam surat adz-Dzariat ayat 56. Bunyinya, ‘Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaku’”

So gimana ayo? Dengan agak sedikit malu, seorang teman berkata sambil sedikit tertawa lagi, “Hahaha, terserah kamu sajalah. Walau pun begitu aku tetap tidak percaya pada mimpi.” Pemuda itu menjawab, “Yo wis, rapopo. Kalau kamu tak percaya. Tapi ingat ya ! saya akan buktikan, semua impian yang saya tulis itu. Silahkan kamu tertawakan sepuas-puasnya.”

Beberapa tahun kemudian, semua mimpi si pemuda itu satu persatu telah terwujud. Sampai akhirnya dia menjadi orang besar. Tidak ada satu mimpinya yang terlewatkan. Semuanya telah terwujud. Jangan pedulikan cemohoan orang lain biar orang berkata apa jangan hiraukan. Tetaplah berfokus pada apa yang akan kita capai. Toh hasilnya buat kita sendiri.

Begitulah sebuah kisah yang bisa menginspirasi diri kita. Jangan sampai diri kita ini dikalahkan oleh ego. Jadilah Sang Pemimpi Sejati yang dapat mengaharumkan namamu di kemudian hari. Semangatlah dalam bermimpi  dan percayalah dengan kesungguhan hati yang terdalam. Karena Allah akan melihat hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Setelah yakin dengan impian itu, maka barengi dengan usaha dan kerja keras. Ada sebuah mantra sakti yang sangat ampuh dan patut kita renungi sebagai Sang Pemimpi Sejati, “Man jadda wajada.” Barangsiapa yang bersungguh-sungguh pasti dapat.

Sebaiknya, segeralah bermimpi wahai Pemuda. Islam telah menunggu kejayaan dari tanganmu. Di manakah engkau berada? Bermimpilah, bermimpilah, bermimpilah. Hancurkan batu karang yang telah membuat hatimu mengeras. Sehingga kau tak berani bermimpi untuk masa depan. Hilangkan rasa keragu-raguan dalam hatimu. Ukirlah mimpi seindah pelangi yang akan mewarnai bumi Allah dengan kejayaan Islam.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Abdullah Syarif
Lahir di Kabupaten Bekasi, 12 Mei 1993. Pendidikan SD ditempuh 1999-2005, SDN kedung pengawas 04, MTs ditempuh pada tahun 2007-2010 di MTs Az-Ziyadatul Hasanat, selanjutnya SMK ditempuh pada tahun 2011-2013 di SMK Bina Insan Kamil. Sekarang sedang melanjutkan S1 di Fakultas Green Economi And Digital Comunication, jurusan Technopreneurship di Kampus Surya University Serpong Tangerang.

Lihat Juga

Hikmah dari Kegagalan Kudeta di Turki