Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Pria dan Layang-Layang

Pria dan Layang-Layang

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (kawanimut / inet)
Ilustrasi. (kawanimut / inet)

dakwatuna.com – Itulah sebabnya, di antara kami para pria, senang dan mahir bermain layang-layang. Ditarik, kemudian diulur. Tak perlu terlalu dekat, tapi kendali di tangan teramat mengikat. Diarahkan, dikendalikan.

Maka berfikir ulanglah untuk menjadi layang-layang bagi seorang pria. Kami akan siap memberi warna terindah, untuk memanjakan mata. Akan selalu ada dana untuk mengubah bentuk buluh sedemikian rupa. Benang yang kokoh pun akan kami beli. Juga siap untuk berlatih mengendalikan, meski angin kencang mengguncang.

Orang sekitar pasti takjub melihat pria yang mahir dengan layang-layang indahnya. Semua berdecak kagum. Pria pun sumringah. Meski layang-layang tetaplah layang-layang. Tak lebih dari sebuah mainan. Ia akan tetap diulur, kemudian ditarik. Terus seperti itu.

Bahkan, jika suatu saat layang-layang putus dari kendali pria, semuanya belum usai. Sejenak terombang-ambing di udara. Tak punya arah. Karena dari awal nilainya tetap sebagai mainan, tidak lebih. Berlari segerombolan orang untuk mengambilnya kembali. Siapa yang cepat, dia dapat.

Kalau sudah seperti ini, layang-layang seakan tak punya hak lagi untuk menentukan pemiliknya. Diperebutkan, memang. Tapi untuk dijadikan mainan kembali. Walaupun tak jarang, harus berakhir rapuh di atap-atap rumah. Compang-camping di ranting-ranting pohon, hingga terkatung  lusuh di tiang-tiang listrik.

Benar, hidup adalah pilihan. Tapi, begitulah akhir pilihan dari layang-layang.  Jadi, masih berminat menjadi layang-layang?

Say No to Pacaran.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (18 votes, average: 8,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Akmal Ahmad
Sarjana Sains (S.Si) di bidang Fisika, FMIPA Universitas Andalas, kini aktif di bidang Social Entrepreneure.

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Doa Nabi Agar Terhindar dari Penyakit Haram dan Ucapan “Semoga Panjang Umur” yang Mentradisi