Home / Narasi Islam / Politik / Indonesia, Keislaman, dan Kepemimpinan Nasional Masa Depan  

Indonesia, Keislaman, dan Kepemimpinan Nasional Masa Depan  

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (123rf.com)
Ilustrasi. (123rf.com)

dakwatuna.com – Dalam sejarah bangsa Indonesia, kemerdekaan dan lahirnya bangsa ini tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan peran para Ulama dan pemimpin Islam di masa lalu. Kita menyadari dan memahami bersama bahwa Negara ini berdiri dengan banyak sekali tetesan keringat, kucuran darah, serta ide dan gagasan para Pahlawan Indonesia. Termasuk diantaranya dari para pejuang Islam dan Cendikiawan Muslim di zaman itu. Sejarah juga menyimpan catatan penting, bahwa Negara Indonesia adalah salah satu negara yang berhasil merangkum keberagaman dan kemajemukan menjadi sebuah harmoni bernegara yang didasari dengan satu latar belakang kesadaran religiusitas yang besar.

Oleh karenanya, dorongan akan sejarah dan nilai yang ada di masyarakat hari ini membuat dinding pemisah antara agama dan negara sudah tidak ada lagi. Keduanya bersatu dan berpadu menjadi satu nama dan satu identitas, Indonesia.

Pemahaman akan kondisi ini mengalir dan menjalar merata menjangkau seluruh aspek kehidupan berbangsa. Bukan hanya dalam tataran kehidupan pribadi dan sosial saja, namun juga menyangkut kehidupan kenegaraan. Dimana dampaknya dalam bernegara, kita sudah tidak asing dan tidak sungkan lagi menunjukkan identitas keagamaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan bukan hanya yang berkaitan dengan simbolisasi saja, namun juga yang berkaitan ideologi dalam hal ini keislaman. Oleh karena Negara menyadari bahwa Islam menjadi bagian penting pembentuk ideologi Negara dan keberadaannya tidak bisa dilepaskan dari aspek dan nafas kehidupan bangsa.

Jika kita bicara tentang ideologi, akar sejarah dan juga keislaman yang ada di Indonesia hari ini, tentu tidak akan pernah bisa dilepaskan dari pengaruh kepemimpinan yang ada. Indonesia sebagai negara yang besar dan majemuk, tumbuh dengan kesadaran nilai religiusitas yang tinggi. Dan kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari peran pemimpin di masa lalu. Tokoh-tokoh seperti Wahid Hasyim, KH. Hasyim Azhari, KH. Ahmad Dahlan, Mohammad Natsir adalah beberapa nama tokoh yang hadir di masa itu.

Namun kiranya, menjelang pergantian kepemimpinan negara Indonesia hari ini kita belum melihat dan merasakan muncul pemimpin seperti halnya masa lalu. Kita sampai hari ini belum melihat adanya calon pemimpin yang memiliki kapasitas dan integritas seperti mereka.

Sampai hari ini, Indonesia dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam belum memiliki calon pemimpin yang kokoh. Pemimpin yang bisa mewakili ide, gagasan dan nilai-nilai keislaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Umat Islam di Indonesia hari ini mesti terus menumbuhkan semangat dan serius dalam menyiapkan hal ini. Karena pada dasarnya, kepemimpinanlah yang akan memengaruhi arah gerak bangsa dan negara ini.

Dan kita, sampai hari ini, masih belum menemukan sosok itu. Bursa kepemimpinan nasional masih diwarnai oleh elit yang hanya memiliki pandangan umum dan belum memiliki keberpihakan terhadap umat Islam. Yang dampaknya adalah setelah kepemimpinannya terwujud umat Islam sering dikesampingkan.

Oleh karenanya, mencari dan membentuk pemimpin yang memiliki nilai, ide dan gagasan tentang masa depan umat Islam di Indonesia adalah suatu keharusan dan prioritas umat Islam Indonesia hari ini. Umat Islam mesti menyiapkan dengan baik pemimpin-pemimpin yang siap dan memiliki standar tersebut. Pemimpin-pemimpin dengan pemahaman Islam yang menyeluruh, memiliki ide dan gagasan tentang keisalaman yang jauh ke depan, berintegritas, kredibel dan siap membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang unggul.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nurfahmi Islami Kaffah
Ketua umum BSO SERAMBI FHUI 2014, Mahasiswa S1 Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Pejabat Non-Muslim Pada Zaman Al-Mu’tadhid Billah

Organization