Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Menoleh ke Sejarah untuk Pendidikan Indonesia  

Menoleh ke Sejarah untuk Pendidikan Indonesia  

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi - Pelajaran bahasa di kelas pertama Schakelschool Purworejo di masa Hindia Belanda. (id.wikipedia.org)
Ilustrasi – Pelajaran bahasa di kelas pertama Schakelschool Purworejo di masa Hindia Belanda. (id.wikipedia.org)

dakwatuna.com – Mengapa perlu belajar sejarah Islam? Dan apa kaitannya sejarah Islam dengan pendidikan Islam? Jika kita seorang pendidik atau calon pendidik, dua pertanyaan itu yang akan muncul di benak kita dan hal inilah yang memang benar-benar harus dipahami. Sehingga, kita bukan hanya menjadi pendidik yang asal-asalan akan tetapi benar-benar tahu hakikat seorang pendidik untuk kemaslahatan umat manusia. Karena seorang pendidik tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan umum akan tetapi juga dituntut untuk bisa mengajak peserta didik mengamalkan ilmu yang dipelajarinya serta menanamkan moral, perilaku yang mencerminkan jiwa manusia yang berilmu.

Dengan belajar sejarah Islam, kita dapat mengkaji hal-hal yang dapat diambil dari sejarah Islam pada masa lalu untuk diterapkan di dunia pendidikan masa kini. Karena banyak sekali teladan-teladan, ajaran-ajaran dan segala peristiwa yang dapat digali dan ditelaah. Melalui sejarah, kita akan diajak menyaksikan maju mundurnya pendidikan Islam untuk kemudian direnungkan, dianalisis dan diambil hikmahnya untuk dijadikan bahan perbandingan dan masukan dalam membangun kemajuan pendidikan Islam di masa sekarang. Artinya, semua orang harus melihat masa lalu demi kemajaun masa depan yang lebih baik lagi.

Siapa yang tidak mengenal Rasullullah Muhammad saw? Rasulullah merupakan sosok pendidik pertama dan utama dalam dunia pendidikan Islam. Proses dalam pengajaran ilmu pengetahuan dan transformasinya serta internalisasi nilai-nilai keagamaan dan bimbingan moral-moral yang diajarkanya dapat dikatakan sebagai mukjizat yang luar biasa dalam sejarah umat manusia. Keberhasilan pendidikan yang diajarkan Rasullullah dapat dilihat dari kemampuan para murid-muridnya yang luar biasa. Diantaranya Umar bin Khaththab, Abu Hurairah, Salman al-Farisi, dan Ali bin Abi Thalib. Mereka adalah murid-murid yang hebat dari Rasulullah. Terbukti setelah Rasulullah wafat, mereka yang meneruskan perjuangan Islam dan membawa Islam pada kejayaan sampai saat ini Islam tersebar di seluruh dunia.

Merasa bangga dan mencintai pendidikan Islam yang merupakan hasil karya kaum muslimin pada masa lalu. Itulah hal yang harus tertanam dalam hati seorang pendidik. Seorang pendidik sebagai penerus risalah Nabi harus menelaah dan meneladani perilaku yang baik dari tokoh-tokoh pendidik dari masa lalu, memupuk semangat dan motivasi untuk meningkatkan prestasi yang telah diraih umat terdahulu khususnya umat Islam. Kemudian ikut berpartisipasi untuk menjaga serta mengembangkan pendidikan sehingga tercipta pendidikan dan peradaban yang berkemajuan.

Pendidikan tidak akan berjalan apabila tidak ada peranan manusia di dalamnya. Hal ini disebabkan karena manusia merupakan objek sekaligus subjek dalam pendidikan. Yakni manusia yang terdidik dan manusia yang mendidik. Manusia tidak akan berkembang dan mengembangkan budayanya secara sempurna apabila tidak ada pendidikan yang berkembang pula. Disinilah peran utama suatu pendidikan. Pendidikan sebagai jalur menuju perkembangan kebudayaan dan kemajuan.

Marilah kita lirik dan menoleh sejenak ke negara tetangga, Malaysia dan Singapura. Sangat mustahil kemajuan di kedua negara tersebut tanpa didukung oleh sebuah pendidikan yang maju. Karena dari faktor sumber daya alam Indonesia lebih unggul dan sumber daya manusia Indonesia lebih banyak. Akan tetapi, Indonesia dapat dikatakan tertinggal jauh dari negara-negara tersebut dikarenakan kurang maju dan kurang terstrukturnya sistem pendidikan yang ada di Indonesia tercinta ini.

Sebagai pendidik, marilah sejenak menoleh ke belakang, yang mana dunia Islam menjadi sangat maju dan berada pada puncak kejayaannya di masa lalu. Kita ambil contoh pendidikan Islam pada masa Bani Umayyah. Apa yang menyebabkan pada saat itu Islam mengalami kemajuan dan kejayaan? Jawabanya tidak lain adalah keberhasilan dalam dunia pendidikan. Pendidikan Islam pada masa Bani Umayyah hampir sama dengan pendidikan yang ada pada masa Khulafaur Rasyidin. Namun pada masa Bani Umayyah pendidikan Islam lebih mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

Diantaranya kurikulum pendidikan, metode-metode pendidikan, lembaga-lembaga pendidikan, dan kebijakan pemerintahan yang diterapkan di masanya. Inilah yang harus dipikirkan sebagai seorang pendidik. Dengan mengetahui hal-hal yang menyebabkan kemajuan Islam melalui pendidikan pada masa lalu kemudian membandingkan dengan merosotnya dunia pendidikan pada masa kini.

Kemudian mencari dan menemukan hal-hal yang dapat menjadi solusi dan kemudian membawa dunia pendidikan yang ada pada saat ini untuk kembali mengulang masa-masa kejayaan yang terjadi di masa lalu sehingga akan tercipta peradaban yang maju bahkan melebihi peradaban yang ada pada masa lalu melalui dunia pendidikan.

Selanjutnya, dengan belajar sejarah Islam kita bisa mencermati bagaimana dan hal-hal apa saja yang dapat kita ambil dari sejarah kemudian mengaplikasikanya dalam masa kini sebagai hal-hal yang harus dimiliki oleh tenaga dan calon tenaga pendidik agar dapat menjalankan, menggerakkan serta menghidupkan kembali gemilangnya dunia pendidikan khususnya pendidikan Islam. Dalam hal ini, seorang pendidik harus bisa mengarahkan peserta didiknya agar menjadi insan terdidik yang profesional.

Miris. Kata yang sering terucap jika melihat dunia pendidikan pada saat ini. Bagaimana tidak, sangat jauh sekali kemorosotan yang terjadi di dunia pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa pendidik yang tersorot kamera ataupun di media massa yang semakin hari bukan mencerminkan seseorang yang berilmu justru kebalikannya. Berbagai kasus kejahatan mulai dari kekerasan hingga pelecehan kepada peserta didik yang dilakukan seorang tenaga pendidik.

Belajar sejarah Islam juga bisa dijadikan sebagai solusi atas segala permasalahan yang mendera dalam dunia pendidikan pada saat ini. Yang mana pendidikan pada saat itu sangat tersusun rapi hingga menciptakan suatu peradaban Islam yang jaya. Sampai pada akhirnya lahirlah ilmuwan muslim. Seperti Jabir ibn Hayyan, al-Kindi, ar-Razi, al-Khawarizmi, al-Farabi, Ibnu Ummar Khayyan, Ibnu Rusyid dan sebagainya. Ketrampilan, semangat, kepedulian, ketekunan, kebijaksanaan, tanggung jawab dan akhlaqul karimah merupakan hal yang harus kita ambil dari sejarah. Kemudian mengaplikasikanya ke dalam dunia pendidikan secara menyeluruh. Dengan harapan umat dan bangsa khususnya Islam dapat mengulang kembali kejayaan-kejayaan yang pernah terjadi pada masa lalu. When you finish your dream, don’t forget to wake up and go to work.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Abdul Rozak Ali M
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Jurusan Pendidikan Agama Islam. Ketua Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah dan Staff Tabligh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Lihat Juga

Ilustrasi. (vm-kompania.com)

Implementasi Perkembangan Praktik Audit Syariah di Bank Islam Malaysia