Home / Berita / Daerah / Ponpes Modern Prof. Dr. Hamka Jajaki Kerjasama Pertukaran Pelajar

Ponpes Modern Prof. Dr. Hamka Jajaki Kerjasama Pertukaran Pelajar

Moch. Ramzi Ibrahim, bersama pimpinan dan santri Ponpes Modern Prof. Dr. Hamka, Padangpariaman. Pesantren itu sedang menjajaki program pertukaran pelajar di Kelantan, Malaysia. (Foto: M.Ramzi)
Moch. Ramzi Ibrahim, bersama pimpinan dan santri Ponpes Modern Prof. Dr. Hamka, Padangpariaman. Pesantren itu sedang menjajaki program pertukaran pelajar di Kelantan, Malaysia. (Foto: M.Ramzi)

dakwatuna.com – Padangpariaman. Pondok Pesantren Modern Prof. Dr. Hamka Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, menjajaki peluang kerjasama pertukaran pelajar dan guru ke Negeri Kelantan, Malaysia. Kerjasama itu direkat-eratkan oleh Moch. Ramzi Ibrahim, pengusaha muda Kelantan yang juga pernah dinobatkan sebagai Duta Wisata Kota Bukittinggi.

Pimpinan Pondok Pesantren Modern Prof. Dr. Hamka, Al-Ustadz Najimuddin membenarkan perihal kerjasama pertukaran pelajar dan guru itu yang akan difasilitasi oleh Pemerintah Negeri Kelantan, terutama untuk santri-santri tingkat SMP dan SMA di pesantren yang dipimpinnya.

“Alhamdulillah, ini peluang yang sangat baik sekali untuk kemajuan pendidikan di pesantren kami,” ujar Al-Ustadz Najimuddin, Ahad (5/5) dalam rillisnya yang ditierima redaksi.

Disebutkan, pada Jumat (2/5) lalu, pihak pesantren juga melakukan pertemuan dengan Wakil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, DR. H. Muslim Tawakal, S.H., M.Pd., bersama Moch. Ramzi Ibrahim, dihadiri sejumlah guru di pesantren itu. Sementara pada shalat Jumat, seorang tenaga pengajar Ustadz Nurul Hadi membacakan Khutbah Jumat dari Pemerintah Kelantan yang teksnya diserahkan langsung oleh Moch. Ramzi Ibrahim.

Pada kesempatan itu, Muslim Tawakal menyampaikan dukungannya kepada pihak pesantren agar peluang kerjasama tersebut dapat ditindaklanjuti dengan baik. Sebab, sebelumnya, dalam kegiatan berbeda Muslim Tawakal pernah membawa rombongan dari Sumatera Barat ke Malaysia dan mendapat sambutan dari pemerintah Malaysia.

“Saya sangat mendukung program ini, dan semoga dapat terwujud,” kata Muslim Tawakal yang juga Dosen Tetap di Universitas Bung Hatta, Padang.

Sementara itu, Moch. Ramzi Ibrahim, mengatakan, saat ini Pemerintah Kelantan menyediakan beasiswa untuk pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan di Negeri Kelantan. Sejumlah sekolah tahfizh (hafalan Alquran) dan sekolah agama memberikan fasilitas yang mendukung untuk mewujudkan generasi Qur’ani bagi putra-putra terbaik Ranah Minang.

“Setelah lulus nanti, santri dapat melanjutkan kuliah ke negara-negara di Timur Tengah, seperti Yordania dan Cairo,” kata Moch. Ramzi Ibrahim.

Pesantren Prof. Dr. Hamka bernaung di bawah Yayasan Wawasan Islam Indonesia (YWII) yang berdiri pada tahun 1991 yang kehadirannya kelak diharapkan melahirkan tokoh-tokoh intelektual Minangkabau yang bukan saja ulama tapi juga negarawan maupun sastrawan layaknya Buya Hamka.

Saat ini, Pesantren Modern Prof. Dr. Hamka memiliki 250-an santri putra-putri untuk pendidikan setingkat SMP dan SMA. Tokoh Nasional Menteri BUMN Dahlan Iskan pernah berkunjung ke pesantren ini dalam sebuah kegiatan.

Pascagempa bumi 2009 yang meluluhlantakkan Sumatera Barat, juga memberi dampak bagi pesantren ini, terutama terhadap sejumlah bangunan di pesantren itu yang mengalami kerusakan. Akses jalan masuk ke pesantren ini juga berlubang dan membutuhkan perhatian pemerintah setempat untuk perbaikan. (rel/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Kemenangan AKP Turki Dirayakan di Banda Aceh