Home / Berita / Internasional / Afrika / Ditelantarkan Petugas Penjara, Tahanan Anti Kudeta Berusia 64 Tahun Meninggal

Ditelantarkan Petugas Penjara, Tahanan Anti Kudeta Berusia 64 Tahun Meninggal

Intifadhah I dari Balik Penjara yang dimulai pada 30 April 2014 (aljazeera)
Intifadhah dari Balik Penjara I yang dimulai pada 30 April 2014 (aljazeera)

dakwatuna.com – Mesir. Kuasa hukum tahanan penentang kudeta di Penjara Burj Al-Arab Alexandria menuduh petugas penjara telah menelantarkan seorang tahanan yang sakit di dalam penjara hingga tewas (3/5).

Disebutkan bahwa tahanan anti kudeta bernama Jum’ah Ali Hamidah (64 tahun) tidak mendapatkan perawatan medis yang seharusnya setelah kesehatannya memburuk dalam dua minggu terakhir hingga akhirnya meninggal.

Jum’ah Ali Hamidah yang menderita penyakit hipertensi, diabetes, dan gangguan fungsi hati tersebut ditangkap aparat kudeta pada 28 Desember 2013 sewaktu aparat kudeta mendobrak rumahnya, mencari anaknya yang ikut aksi demo menentang kudeta militer.

Tanpa mempedulikan kondisi Jum’ah Ali yang sudah tua dan sakit, aparat menangkap dirinya sebagai ganti dari anaknya yang tidak ditemui ketika itu.

Saat ini, 20 ribu tahanan anti kudeta dan pendukung demokrasi di Mesir telah mengakhiri aksi mogok, bagian dari seruan intifadhah pertama dari balik penjara yang dimulai pada 30 April 2014 lalu, tetapi mengancam akan kembali mengobarkan perlawanan pada 30 Mei mendatang.

Para tahanan anti kudeta menuntut pembebasan seluruh tahanan politik sejak kudeta militer, pembatalan seluruh putusan pengadilan terhadap penentang kudeta militer, dan penghentian aksi penangkapan membabi buta. (aljazeera/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Paska Ledakan di Bis Israel, Faksi Perlawanan Palestina Berharap Intifadhah Semakin Membara