Home / Berita / Internasional / Asia / Militer India Dikerahkan Setelah 31 Muslim Menjadi Korban Meninggal

Militer India Dikerahkan Setelah 31 Muslim Menjadi Korban Meninggal

Salah satu korban pembantaian di Assam, India (reutersmedia.net)
Salah satu korban pembantaian di Assam, India (reutersmedia.net)

dakwatuna.com – New Delhi. Setelah 31 orang Muslim meninggal dunia akibat kekerasan di negara bagian Assam, pemerintah India menyebar personil militernya untuk mengendalikan kondisi. Militer bersenjata lengkap terlihat melakukan patroli dengan menggunakan kendaraan militer. Seperti diberitakan Memo Islam, Ahad (4/5/2014).

Sebelumnya telah terjadi aksi kekerasan selama tiga hari berturut-turut. Kelompok radikal dari Suku Bodo menolak keberadaan warga Muslim di wilayah Assam. Mereka akhirnya melakukan aksi kekerasan yang menyebabkan meninggalnya 22 orang Muslim. Namun militer India kemudian menemukan 9 orang lainnya, meninggal dengan luka bekas tembakan, kemarin. Dari 9 orang itu, 6 di antaranya adalah wanita dan anak-anak.

Kepolisian India menuduh suku Bodo, yang memeluk agama lokal, yang melakukan aksi kekerasan tersebut. Mereka menyerang warga Muslim karena tidak mendukung calon legislatif mereka dalam pemilu terakhir. Penyerangan terjadi pada hari Kamis hingga Sabtu kemarin.

Saksi mata dari distrik Baksa mengatakan bahwa beberapa orang membawa senjata datang dengan mengendarai sepeda motor. Mereka melepaskan tembakan secara acak, dan membakar rumah-rumah.

Partai Kongres, yang berkuasa, menuduh calon legislatif dari partai BJP, Nanendra Modi, yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Pekan lalu, Modi sempat mengatakan, “Para pengungsi dari Bangladesh (warga Muslim) harus bersiap-siap meninggalkan tempat tinggalnya jika dirinya menang dalam pemilu. (mada/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Parlemen Turki Tetapkan Libur Resmi di Hari Kudeta Gagal Sebagai Simbol Persatuan Nasional