Home / Berita / Nasional / Asuransi Mikro Syariah Jadi Andalan BMT di Indonesia untuk Lindungi Nasabah

Asuransi Mikro Syariah Jadi Andalan BMT di Indonesia untuk Lindungi Nasabah

Suasana di sebuah Kantor Asuransi (kontan.co.id)
Suasana di sebuah Kantor Asuransi (kontan.co.id)

dakwatuna.comDi banyak Negara Muslim, sebagian besar masyarakatnya masih hidup dalam kemiskinan dan kurangnya akses ke jasa keuangan, salah satunya asuransi, yang dapat membantu mereka untuk mencegah semakin buruknya kondisi perekonomian mereka. Di beberapa Negara seperti Indonesia, menciptakan produk asuransi yang sesuai dengan prinsip syariah dan dapat menyentuh masyarakat menengah ke bawah adalah sebuah kebutuhan yang perlahan mulai mendapatkan perhatian dan prioritas.

Kesadaran untuk berasuransi syariah, pada umumnya, dan khususnya asuransi mikro syariah masih sangat rendah. Hal ini akan mempengaruhi pengambilan keputusan pelaku UMKM untuk membeli produk asuransi syariah, meskipun premi yang terjangkau dan manfaat yang signifikan merupakan penentu utama preferensi antara asuransi konvensional dan asuransi syariah.

Dalam rangka menyatukan persamaan sudut pandang tentang asuransi mikro syariah antara BMT dan perusahaan asuransi, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) aktif melakukan business matching di sejumlah daerah di tanah air yang dihadiri oleh puluhan BMT. Di antara agenda business matching di sejumlah daerah yang dimulai sejak 2013 lalu, sampai bulan April 2014 ini MES sudah menyelenggarakan 3 Business Matching di 3 daerah yaitu Malang (28 November 2013), Batam (15 April 2014), dan Padang (23 April 2014).

Kegiatan Business Matching Islamic Micro Insurance merupakan rangkaian dari kegiatan roadshow Seminar Asuransi Syariah oleh MES tahun 2014 di enam kota seluruh Indonesia. “Kegiatan Business Matching Islamic Micro Insurance di Padang adalah yang kedua di tahun 2014 setelah minggu lalu dilaksanakan di Kota Batam dan masih akan diselenggarakan lagi di empat kota lainnya, yaitu Banjarmasin, Palangkaraya, Medan dan Cirebon” ini pungkas Herry Aslam, Staf Program Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah kepada redaksi di Jakarta.

Melalui upaya ini, MES berharap dapat menggiring opini BMT di tanah air bahwa asuransi mikro syariah sangat penting sebagai salah satu strategi mitigasi resiko bagi usaha nasabahnya. Dengan begitu, diharapkan dapat timbul awareness atau kesadaran dari para pelaku keuangan mikro syariah di tanah air terhadap manajemen resiko.

Selama agenda Business Matching ini berjalan, puluhan BMT diberi wawasan tentang pentingnya mitigasi resiko nasabah melalui asuransi mikro syariah dan mereka menyatakan siap menggunakan asuransi mikro syariah ini. Sebanyak 20 BMT di Malang, 4 BMT di Batam dan 41 BMT di Padang mulai meningkat kesadarannya untuk menggunakan instrumen asuransi mikro syariah.

BMT se Kota Padang bahkan menjajaki kemungkinan kerjasama microtakaful seperti yang telah diinisiasi oleh Pengurus Wilayah MES Sumatera Barat.

Rais, Sekretaris eksekutif Pengurus Wilayah MES Sumatera Barat menjelaskan “Business Matching ini dihadiri para manager dan pengurus 41 BMT dari 50 BMT yang diundang. Dari 41 BMT yang hadir dalam acara ini, semuanya menyepakati untuk menggunakan produk micro insurance, karena hal ini dinilai sangat bermanfaat bagi kami sebagai pengelola dan khususnya bagi nasabah BMT.”

Lebih lanjut ia menjelaskan “Islamic micro insurance merupakan suatu hal yang baru bagi para pengelola BMT di Kota Padang, dengan adanya forum ini menjadi peluang tersendiri bagi para pengelola BMT di Kota Padang khususnya untuk perlindungan bagi para nasabahnya yang sebelumnya belum pernah terpikirkan”.

Ramadhani, salah seorang praktisi senior BMt di Kecamatan Pauh Kota Padang mengekspresikan antusiasmenya untuk menggunakan asuransi mikro syariah sebagai sarana melindungi nasabahnya dari resiko kredit macet.

“Komunikasi antara BMT dan perusahaan asuransi syariah dalam Business Matching seperti ini sangat dibutuhkan. Ke depannya BMT kami akan menggunakan produk asuransi mikro syariah untuk melindungi pembiayaan bermasalah karena banyak di antara nasabah kami yang mengalami gagal bayar disebabkan kematian atau resiko usaha seperti kebakaran,” Jelasnya.

Dengan semakin berkembangnya Lembaga Keuangan Mikro syariah di seluruh pelosok Indonesia, ke depannya MES akan serius menjajaki kemungkinan kerjasama antara perusahaan asuransi syariah yang menyediakan produk asuransi mikro syariah dengan seluruh BMT di tanah air melalui acara roadshow ke berbagai daerah. Dengan langkah ini, diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan antar kedua pihak dalam satu forum.

“MES masih akan terus mengadakan Business Matching dengan pelaku Lembaga Keuangan Mikro Syariah (BMT) pada tahun 2014 ini di berbagai wilayah di Indonesia antara lain Banjarmasin, Palangkaraya, Medan dan Cirebon dan memungkinkan bagi perusahaan asuransi syariah yang ingin bekerjasama.” Tutur Ari Permana, Wakil Direktur Eksekutif Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah.

“Perkembangan lembaga keuangan syariah di Sumatera Barat cukup baik dari segi peningkatan aset, dan pembiayaan. Untuk itu ke depan perlu dikembangkan untuk memberikan perlindungan bagi nasabah berupa asuransi mikro syariah. Selain itu, industri keuangan mikro syariah di Sumbar juga mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat, terutama dari walikota terpilih Padang, Mahyeldi Ansharullah yang sejak awal merupakan penginisiasi berdirinya BMT-BMT di Sumatera Barat,” ujar Reza Sadat, Sekretaris Umum Pengurus Wilayah MES Sumatera Barat. (Puri/MES/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

bank syariah

Good Corporate Governance (GCG) di Bank Syariah dan Bank Konvensional

Organization