Home / Berita / Daerah / ‘Trabas’ Motorcross, Gubernur Sumatera Barat Promosikan Lokasi Wisata Alam Lubuk Nyarai Lubuk Alung

‘Trabas’ Motorcross, Gubernur Sumatera Barat Promosikan Lokasi Wisata Alam Lubuk Nyarai Lubuk Alung

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, mempromosikan Lokasi Wisata Alam Lubuk Nyarai Lubuk Alung melalui kegiatan 'Trabas' Motorcross - (Foto: sbb/dakwatuna)
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, mempromosikan Lokasi Wisata Alam Lubuk Nyarai Lubuk Alung melalui kegiatan ‘Trabas’ Motorcross – (Foto: sbb/dakwatuna)

dakwatuna.com – Sumbar.  Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melakukan olahraga “Trabas” Motorcross Sumbar 1 meninjau dan menikmati lokasi wisata alam Lubuak Nyarai di Hutan Gamara Kecamatan Lubuak Alung, Minggu pagi (1/5). Ikut mendampingi Camat Lubuk Alung serta beberapa tokoh masyarakat dan pemuda kreatif pengelola wisata alam Lubuak Nyarai.

Dalam rilis yang diterima redaksi dakwatuna, Gubernur Irwan Prayitno disela-sela kegiatan menyampaikan, bagi masyarakat penggemar wisata tracking, uji nyali dan stamina, tempat wisata ini bisa menjadi salah satu referensi untuk mengisi liburan yang asik di Sumatera Barat.

Lokasi wisata Lubuk Nyarai terletak di Hutan Gamaran, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, menawarkan keindahan alam yang menawan.

Kendati demikian, lokasi wisata ini masih terbilang ‘perawan’ alias banyak dijamah orang. Pasalnya, Lubuk Nyarai masih jarang diketahui banyak orang. Untuk sampai di lokasi saja, butuh jarak tempuh hingga dua atau tiga jam berjalan kaki. Sensasi alam inilah yang justru menarik minat banyak pengunjung yang datang.

Hal yang hebat para pemuda disekitar lokasi mampu melakukan pelayanan dan mengelola wisata alam Lubuk Nyarai dengan yang baik dalam memandu para pengunjung menikmati indahnya pesona alam Sumatera Barat yang indah ini, ujarnya.

Irwan Prayitno juga menambahkan, kedepan kita pemerintah Sumatera Barat akan berupaya membangun fasilitas yang memadai untuk kemajuan pengembangan wisata alam Lubuk Nyarai dengan prinsip tetap dikelola oleh pemuda kreatif ini di sekitar lokasi ini. Yang dinilai telah berhasil memajukan dan mempopulerkan secara baik selama ini.

Kita cukup bangga wisata alam yang mulai populer ini telah mendapat perhatian masyarakat yang perhari disaat libur telah mencapai lebih dari 1000 orang pengunjung dan dihari biasa pengunjung yang datang berkisar 300 orang. Objek wisata alam ini banyak dikunjungi oleh wisatawan dari dalam Kota mau pun luar Kota, di sana wisatawan juga dapat berkemah dan menginap hanya dengan mengeluarkan uang Rp 20.000 per orangnya kita sudah mendapatkan pemandangannya sangat memukau mata.

Perjalanan menuju lokasi wisata ini bukan hanya uji stamina, namun juga menguji nyali para pengunjung yang akan melewati hutan belantara yang bernama Hutan Gamaran ini.

Namun jangan patah arang, rasa lelah dan capek anda akan terbayar setelah tiba di lokasi. Hamparan sungai berbentuk kolam renang yang dikelilingi batu granit raksasa menyerupai tebing dengan ketinggian delapan meter akan menyapa anda. Anda akan dibuai dengan keasrian alam dan dijamin akan berlama-lama berada di sana, ajaknya.

Objek wisata alam Lubuk Nyarai awalnya ditemukan Riko dan team yang pertama kali menemukan objek wisata tersebut 1,5 tahun yang lalu, setelah menemukan objek wisata alam yang berada di dalam hutan tersebut Riko dan team mulai mengajukan permohonan mendirikan tempat wisata tersebut kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Padang Pariaman, dengan pengurusan yang panjang pada tahun 2013 kemarin objek wisata tersebut diresmikan langsung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Padang Pariaman, hingga sekarang objek wisata tersebut dikelola oleh Riko dan team serta dibantu langsung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Padang pariaman.

Perjalanan yang dimulai dari posko pelaporan hingga tempat tujuan menempuh jarak 5,5KM dengan berjalan kaki, waktu tempuh yang dibutuhkan paling cepat 2 jam – 3 jam dalam perjalanan, selama dalam perjalanan wisatawan melintasi jalan – jalan setapak yang berada di dalam hutan dan ditemani 1 orang pemandu wisata. Selama perjalanan wisatawan melintasi beberapa tepian perbukitan, sungai untuk sampai ke tempat tujuan.

Wisatawan yang datang kesini rata – rata wisatawan yang hobi dengan kegiatan alam, akan tetapi terkadang ada juga yang datang kesini pasangan untuk melaksanakan praweding, bahkan ada juga seniman yang datang kesini untuk mencari inspirasi dalam lukisannya.

Hingga saat ini wisatawan yang berkunjung pun semakin bertambah setiap harinya, meskipun butuh waktu dan jarak tempuh yang cukup lumayan jauh untuk bisa sampai ke tujuannya. (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Lakukan Penertiban Tanpa Kekerasan, Gubernur Irwan Prayitno Apresiasi Satpol PP Kota Padang