Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Akhirnya Bangsal Itu Terisi Juga

Akhirnya Bangsal Itu Terisi Juga

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: soundset.hr)
Ilustrasi. (Foto: soundset.hr)

dakwatuna.com Pemilu legislatif telah ‘sukses’ dijalankan. Hasilnya pun sudah mulai kelihatan. Siapa yang menang dan siapa yang kurang mendapat dukungan. Bagi yang menang, sudah tentu pemilu ini terasa sangat manis dan memuaskan. Tapi bagi yang kalah, ini adalah hal yang menyakitkan. Lebih dari itu, para caleg yang tidak memperoleh banyak dukungan pada pemilu kemarin, ternyata banyak yang tidak bisa menerima kenyataan. Sering diberitakan di TV bahwa ada beberapa caleg yang gagal dalam pemilu kemarin kemudian stress, depresi, bahkan ada yang meninggal dunia akibat shock atau sengaja mengakhiri hidupnya lantaran tak kuasa menanggung ‘derita’.

Sayang, sungguh sangat disayangkan, karena pada kenyataannya bangsal-bangsal yang sudah disediakan rumah sakit khusus untuk para caleg yang gagal benar-benar terisi. Mengapa ini harus terjadi? Bukankah mereka sudah tahu risiko dari pencalonan mereka sebagai anggota legislatif. Bukankah tenaga dan harta yang mereka habiskan sudah mereka niatkan? Bukankah mereka sadar bahwa pencalonan mereka tidak sendiri, banyak calon-calon lain yang juga berkeinginan sama padahal jumlah yang dibutuhkan hanya sedikit?

Sudahlah, tenaga sudah terlanjur dihabiskan. Harta sudah terlanjur ‘dihambur-hamburkan’, dan masyarakatpun sudah menentukan pilihan. Jangan sesali diri, bagaimanapun itu adalah perjuangan. Dan sebuah perjuangan memang sering kali dibarengi pengorbanan. Jangan pula salahkan masyarakat yang tidak memberikan dukungan. Justru, mari introspeksi diri, mengapa masyarakat tidak mendukung kita? Apa yang kurang dengan diri kita? Apa yang salah dengan program-program kita? Hal ini lebih baik ketimbang ‘mencari-cari’ alasan, menyalahkan masyarakat yang tak memberi dukungan.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abi Sabila
Seorang pembaca yang sedang belajar menulis.

Lihat Juga

Yang Tersisa Dari Medan Pilkada