End…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Akhirnya,

lagi dan lagi,

Pertolongan-Nya kurasakan lagi,
malu rasanya, dengan banyaknya khilaf dan salah,
Dia masih memperhatikanku,
dikala kurasa langkah semakin terseok,
ruh semakin berontak atas jiwa yang bimbang
di atas gelombang duniawi, kudapati diri bagaikan gunung es di samudra nun luas

Hhhh…nafas yang kurasa seolah nafas terakhir,

andai esok kutiada,
malu rasanya,
malu menjumpai Dia yang selalu merangkulku terlebih dahulu,

aku ada dengan cinta-Nya,
saat diri terasa bagai dedauanan hijau nan indah,
saat diri serasa bui diantara gelombang dahsyatnya arus,
saat diri akan tenggelam dalam hamparan lautan
Dia mengulurkan tangan-Nya,
dengan senyuman akan ampunan yang pasti

Allah, terimakasihku atas cinta yang selalu ada
hina diri ini kau lepas dengan keindahan,
semoga bukan keindahan semu

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Junkusay
Alumni Psikologi UMA. Aktivis KAMMI. Bercita-cita jadi Psikolog Anak. Pecinta dunia Traveling, photography, tulis menulis and ODOJers 63.

Lihat Juga

Geliat Cinta Pejuang