Home / Berita / Silaturahim / Milad 2 Tahun #IndonesiaTanpaJIL

Milad 2 Tahun #IndonesiaTanpaJIL

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com – Memasuki usia tahun ke-2, #IndonesiaTanpaJIL menggelar kegiatan “Second Chance” atau kesempatan kedua atau bisa juga disebut jalan hijrah. Kajian ini diselenggarakan pada Sabtu lalu (26/4/2014) di Theater Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dibagi dalam dua sesi, yakni sesi sharing hijrah dan sesi tausiyah. Pada sesi sharing hijrah panitia mengundang Teuku Wisnu seorang aktor yang banyak diidolakan muda-mudi. Turut hadir pula Ucay Ex Rocket Rockers, dan yang tak kalah penting Fahira Idris The Most Inspiring Tweeter serta ketua umum Gerakan Nasional Anti Miras.

Sesi ini dimoderatori oleh Kang Daan Aria P Project. Dalam sesi sharing hijrah para narasumber bercerita tentang perjalanan masing-masing ke jalan kebaikan. “Sesuatu yang paling mempengaruhi kita adalah pergaulan. Orang yang benar-benar sayang sama kita akan mendukung saat kita melakukan hal yang positif”, ujar Teuku Wisnu.

Dalam sesi sharing ini Fahira Idris mengungkapkan, “usaha hijrah juga saya lakukan dengan cara mendekatkan diri dengan lingkungan yang baik. Bertemu dengan teman-teman #IndonesiaTanpaJIL yang hangat yang membuat saya semakin mantap dalam berhijrah.”

Sementara pada sesi tausiyah panitia mengundang ustadz Ajobendri, Arif Rahman Lubis penulis Halaqoh Cinta, dan Ferbianti Almeera atau biasa disapa pewski. Pada kesempatan pertama Arif Rahman Lubis menuturkan bahwa pintu yang paling lebar adalah pintu taubat, maka dari itu jangan ragu untuk bertaubat.

Lebih seru lagi Febrianti Almeera, founder @GreatMuslimahID kala bercerita perjalanan hijrahnya. “Hijrah adalah perjalanan panjang, penyampaiannya harus dengan tuntunan bukan tuntutan. Kita tidak bias menghakimi sebuah proses.”

Ustadz Ajobendri menyampaikan bahwa setiap orang yang menikmati sesuatu maka akan dengan sukarela menyampaikannya. Sesi tausiyah ini dimoderatori oleh penulis Islam Liberal 101, Akmal Sjafril.

Kegiatan ini dihadiri oleh tidak kurang 200 peserta. Acara ini disemarakkan pula oleh performance dari Anti Mammon Band, Melody Maker Band dan stand up comedy dari Suharta Ristian atau biasa disapa Tata Khan.

Rangkaian acara yang disajikan tersebut pun diakhiri dengan doa oleh salah satu aktivis #IndonesiaTanpaJIL Azkung Muhammad. “Kenikmatan paling mulia adalah diberinya kesempatan untuk bertaubat,” ujarnya mengakhiri acara kesempatan kedua atau second chance. (yogiprastiyo/dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Karyawan di Yayasan Sahabat Dhuafa.

Lihat Juga

Seminar Nasional Milad 19 FLP: Sastra Santun di Era Digital