Home / Berita / Daerah / Kutip Ayat Al Quran, Majelis Hakim Bui ‘Carok’ 12 Tahun

Kutip Ayat Al Quran, Majelis Hakim Bui ‘Carok’ 12 Tahun

Clurit, salah satu senjata yang digunakan dalam Carok - (Foto: terasjakarta.com)
Clurit, salah satu senjata yang digunakan dalam Carok – (Foto: terasjakarta.com)

dakwatuna.comPagmekasan.  adilan Negeri (PN) Pamekasan menghukum Sinur (28) selama 12 tahun karena membunuh Ismail. Majelis hakim menolak alasan carok dengan menyitir ayat suci Al quran.

“Majelis hakim juga mempertimbangkan norma yang berlaku di masyarakat Madura yang agamis, khususnya norma hukum Islam,” kata majelis hakim yang terdiri dari Heri Kurniawan, Bambang Setyawan dan Ni Luh Suantini, seperti dilansir website Mahkamah Agung (MA), Rabu (30/4/2014).

Dalam Surat AlBaqarah ayat 178 dan 179 disebutkan ‘tidaklah ada kewenangan manusia untuk membunuh atau mengambil nyawa orang lain’. Selain itu juga disebutkan dalam Surat Almaidah ayat 45 yang pada pokoknya menerangkan tidak ada kewenangan manusia untuk menganiaya manusia lain.

Atas dasar itu, majelis hakim secara tegas menolak alasan carok yang didalilkan Sunir. Dalam putusannya, majelis hakim menjatuhkan hukuman lebih lama dari tuntutan jaksa yang hanya menuntut 7 tahun penjara.

“Perbuatan terdakwa tidak berperikemanusiaan. Menyebabkan ada keluarga kehilangan anggota pencari nafkah dan meresahkan masyarakat,” putus majelis.

Sinur jauh-jauh pulang dari Malaysia pada 3 Mei 2013 hanya untuk membunuh Ismail. Sebelum membacok Ismail, Sinur menyiram muka Ismail dengan air keras di Jalan Raya Desa Ambender, tempat Ismail biasa nongkrong selepas kerja. Setelah itu Sinur membacok Ismail berkali-kali hingga Ismail meninggal dunia.

“Terdakwa sopan dalam persidangan dan mempunyai tanggungan keluarga,” ujar majelis hakim mempertimbangkan hal yang meringankan.

Carok merupakan tradisi bertarung yang disebabkan karena alasan tertentu yang berhubungan dengan harga diri kemudian diikuti antar kelompok atau antar klan [1]dengan menggunakan senjata (biasanya celurit). (detik/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi. (vm-kompania.com)

Implementasi Perkembangan Praktik Audit Syariah di Bank Islam Malaysia