Home / Konsultasi / Konsultasi Arsitektur / Payung di Dalam Rumah Saat Atap Genteng Bocor

Payung di Dalam Rumah Saat Atap Genteng Bocor

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Atap bocor (ilustrasi) - (Foto: moreto.net)
Atap bocor (ilustrasi) – (Foto: moreto.net)

dakwatuna.com

 

Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum wrwb

Ust. Andan Nadriasta di dakwatuna.com , rumah saya atap genteng nya bocor. Sementara saya tidak punya dana yang cukup untuk memperbaikinya. Bagaimana cara nya agar bocor yang ada sementara waktu tidak masuk ke dalam rumah ? Sambil menunggu waktu hingga dana renovasi terkumpul.

Hal ini cukup merepotkan. Karena plafon rumah menjadi rusak. Rak buku di bawahnya ikut rusak pula. Belum lagi lantai yang selalu basah. Hingga sering kali kami menggunakan payung di dalam rumah untuk melindungi barang – barang di bawahnya.

Ust. Andan, mohon diberikan solusi hemat dan solusi darurat terhadap permasalahan kami ini. Terima kasih atas jawabannya.

Wassalaamu’alaikum wrwb

Nisrina – Bekasi

 

Jawaban:

Wa’alaikum salam wrwb

Netters dakwtuna yang saya hormati, akhir – akhir ini memang hujan mulai sering mengguyur kembali. Untuk sebelum kita mencari solusi hemat atas bocor yang ada, mari kita bersyukur pada Allah. Karena hujan yang ada sebenarnya rahmat yang turun dari langit.

Bahkan Rasul senantiasa memanjatkan doa bila hujan turun. Dalam Shahih al-Bukhari (Kitab al-Istisqa`, Bab Ma Yuqalu Idza Amtharat, 2/518, no. 1032) dari Aisyah Radhiallahu ‘anhu,
أّنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ، قَالَ: اللهم صَيِّبًا نَافِعًا.

“Bahwa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam jika melihat hujan, maka beliau berucap : ‘Ya Allah, jadikanlah ia hujan yang bermanfaat’.”

Ibu Nisrina di Bekasi, saya turut prihatin atas bocornya rumah ibu. Semoga Allah memberikan kesabaran atas ujian ini. Karena keadaannya memang cukup merepotkan. Hingga payung harus ikut turut beraksi di dalam rumah. Keadaan ini semakin merepotkan jika dana yang tersedia memang sangat terbatas.

Untuk mengatasi ini sebaiknya di cek dulu dari atas plafon. Titik yang bocor di mana saja. Bisa juga dengan melihat bekas air pada area plafon yang rusak. Maka di titik itulah area bocor yang paling rawan.

Cara darurat yang paling murah adalah membeli fiber gelombang transparan. Biayanya cukup murah. Beli saja satu atau dua lembar. Lalu letakkan di atas area genteng yang bocor tersebut. Agar tidak tertiup angin bagian atas nya di ganjal genteng beberapa buah.

Air akan jatuh dan disalurkan melalui gelombang atap fiber. Namun usahakan ia terpasang mulai dari ujung atap nok genteng. Hingga aliran air hujan yang jatuh secara keseluruhan berada di atas gelombang fiber nya.

Beberapa genteng lama biasanya memiliki lubang di ujung genteng. Lubang kecil ini biasa digunakan untuk mengunci genteng satu dengan yang lainnya. Nah, lubang tersebut bisa dijadikan pengikat fiber. Dengan menggunakan paku atau kawat yang diselipkan ke lubang genteng.

Demikian Ibu Nisrina, semoga solusi hemat ini bisa bermanfaat. Semoga Ibu Nisrina sekeluarga diberikan pahala yang berlipat jika bersabar atas ujian ini. Semoga Allah memberikan kelapangan rezki hingga rumah ibu dapat segera di renovasi.

Akhirul kalam,

Wassalaamu’aaslaikum wrwb

Andan Nadriasta, ST

Kirimkan email pertanyaan / order desain / pelaksanaan ke : [email protected]

(sbb/dakwatuna)

 

 

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Andan Nadriasta, ST
Lulusan Teknik Arsitektur angkatan 90 Univ. Pancasila. Bisa dihubungi di 0817-496-5742. Aktif menulis di media tahun 99. Sebagai pengisi rubrik griya di koran Republika. Sebelumnya sempat aktif di Tabloid Nova. Membantu pembuatan desain rumah tinggal yang di asuh oleh Ir. Nurhadi.Andan Nadriasta diambil dari bahasa sansekerta. Artinya adalah 'tangan yang berkarya'. Doa dari orang tua tersebut mengiringi segenap kegiatan dalam berkarya membuat disain rumah tinggal yang islami. Serta berdakwah di lingkungan sekitar hingga daerah yang dikunjungi.

Lihat Juga

Ilustrasi. (visokoin.com)

Ibadah Puluhan Tahun yang Sia-Sia