Home / Berita / Internasional / Afrika / Seperti Kalap, Pengadilan Kudeta Kembali Hukum Mati 683 Pendukung Demokrasi

Seperti Kalap, Pengadilan Kudeta Kembali Hukum Mati 683 Pendukung Demokrasi

Mursyid 'Am IM, Prof. Muhammad Badie (madamasr)
Mursyid ‘Am IM, Prof. Muhammad Badie (madamasr)

dakwatuna.com – Mesir. Seperti orang kalap, Pengadilan Pidana Minia, yang diketuai hakim sadis Said Yusuf Shabri, kembali menggemparkan dunia hukum dengan menjatuhkan hukuman mati secara massal kepada 683 orang pendukung demokrasi, termasuk di antaranya Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin, Prof. Muhammad Badie.

Pengadilan kudeta menyimpulkan, tanpa memperhatikan pembelaan dan keterangan saksi, bahwa seluruh terdakwa (pendukung demokrasi) terbukti bersalah dalam aksi penyerangan aparat, perusakan kantor polisi, dan terlibat aksi kerusuhan. Saat ini, salinan putusan tersebut telah dikirimkan ke Mufti Agung Mesir untuk ditinjau dari sisi hukum Islam.

Tidak beberapa lama setelah keputusan hukuman mati massal tersebut, para pendukung demokrasi menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Minia, yang dimulai dari Universitas Minia.

Wartawan senior Mesir, Salim ‘Azuz, menyatakan bahwa keputusan tersebut bagian dari strategi pendukung kudeta untuk memaksa pendukung Presiden Mursi agar mengakui kepemimpinan As-Sisi setelah pemilu nanti.

Dijelaskan bahwa pendukung Presiden Mursi nantinya akan terpaksa bernegosiasi dengan As-Sisi untuk mengurangi hukuman mati ke hukuman yang lebih rendah, dan bernegosiasi untuk membebaskan para tahanan politik kudeta.

Sementara aktivis politik Wail ‘Abbas menyatakan bahwa keputusan Pengadilan Minia tersebut merupakan kelanjutan dari kekerasan yang dilakukan aparat di medan Rabiah Al-Adawiyah, Nahdhah, dan Garda Republik. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.
  • Sejuki

    Bener-bener demen dg kerak neraka rupanya tuh di Hakim gila tsb. Terang-terangan telah mengkapling lokasi khusus di bagian kerak neraka. Hmmm…..

  • nosetan1003

    yah itulah kelakuan mereka, dari dulu sampai sekarang tidak beda. Hanya yg lebih penting adalah kita perlu wawas diri, yaitu apakah yg kita lakukan saat ini masih on the track sesuai dg sunah rasululloh atan sdh ada penyimpangan (temasuk juga utk PKS perlu kita baca lagi materi tarbiyah terkait pola da’wah). Dahulu sebelum kita membentuk partai (PK, PKS) rasanya begitu dekat kita dg Allah, kita sangat rindu dg suasana masa itu. Kini sepertinya hal tersebut tinggal kenangan dan banyak umat yg kecewa dg perubahan ini. Kita berharap pimpinan PKS meluruskan kembali dan insyaallah dengan begitu suara kita akan jauh lebih besar.

  • bill nhuda

    Jahannam ……..Said Yusuf Shabri, saya do’akan segera mati dan ditempatkan di Neraka Jahannam.

Lihat Juga

Kebutuhan Hidup Semakin Mahal, Seorang Warga Mesir Frustasi Dan Membakar Diri