Home / Pemuda / Essay / Hai Pemuda Gunakanlah Waktumu

Hai Pemuda Gunakanlah Waktumu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Abdullah Syarif)
Ilustrasi. (Abdullah Syarif)

dakwatuna.com – Keinginan kuat dalam hati terdalam seorang pemuda ketika pemuda lainnya menghendaki keinginan dan hasratnya untuk bebas dan mengikuti keindahan dunia. Pada hakikatnya, kesenangan dunia ini sangat mengiurkan terutama bagi kalangan pemuda. Tetapi sesungguhnya, kesenangan dunia hanyalah tipu belaka yang akan menyengsarakan umat manusia.

Saat seorang pemuda dikuasi dengan hawa nafsunya, maka saat itulah setan yang menggodanya akan tertawa dan bergembira ria karena telah berhasil menggoda anak adam. Ketahuilah wahai pemuda! Waktumu adalah masa keemasan yang harus kau manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Janganlah kau gunakan dengan senda gurau dan kesenangan sesaat hingga membuat dirimu menyesal seumur hidupmu.

Masa muda adalah masa dimana harus kautemukan jati dirimu? Dimanakah kau akan menemukannya? Jika saat ini kau telah mengabaikannya. Carilah dia diantara orang-orang yang shaleh. Tuntutlah ilmu sebanyak-banyaknya. Lalu amalkan dan ajarkanlah kepada generasimu selanjutnya. Godaan yang diluncurkan oleh setan secara bertubi-tubi untuk menyerang manusia tidak akan pernah berhenti samapai akhir zaman. Pemuda adalah aset generasi Islam yang akan menjunjung tinggi agama yang diridhai Allah swt. ini.

Saatnya kita bangun generasi ini dengan sebaik-baiknya. Buatlah sejarah yang akan mengukir namamu di kemudian hari. Fitnah wanita pada akhir zaman memang begitu sulit untuk dibendung. Banyak pemuda-pemudi Islam yang mengikuti gaya hidup kebarat-baratan. Mulai penampilan, pakaian dan pergaulannya. Sungguh miris hati melihat fenomena ini. Apakah akhir zaman sudah dekat sehingga banyaknya kaum hawa yang mendominasi dunia ini? Inikah kabar yang dahulu sudah diinformasikan oleh utusan Allah? Bagaimanakah kita menyelamatkan pemuda Islam zaman sekarang?

Banyak hal yang dapat kita kerjakan sebagai pemuda Islam yang produktif. Namun, pemuda lebih banyak melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat sama sekali. Seperti membuang waktu luang dengan nongkrong, jalan-jalan, bermain game, dan banyak hal sia-sia lainnya. Memang benar, kalau manusia itu sering melalaikan nikmat yang telah Allah berikan. Rasul bersabda, “Ada dua nikmat yang sering sekali dilalaikan manusia yaitu nikmat sehat dan waktu luang.”

Sebagai manusia, kita memang sering melakukan kesalahan yang terkadang tidak disadari seperti melalaikan waktu luang. Ini adalah hal yang sepele, namun berakibat buruk di kemudian hari. Akan ada penyesalan tak berarti di masa tuanya, “Kenapa dulu semasih muda, saya tidak begini yah? Coba kalau dulu saya begitu, maka tidak akan begini jadinya.” Begitulah ucapan yang akan keluar dari mulut kita. Akankah kita biarkan ucapan itu terjadi pada diri kita sebagai seorang pemuda Islam?

Manusia memang tempatnya salah dan dosa, kita tidak bisa memungkirinya. Tetapi sudah sewajarnya bagi kita agar bisa menyadari kesalahan yang sepele itu. Karena hal itu  termasuk kufur nikmat.

Sebagai seorang pemuda kita tidak pandai mensyukuri nikmat ini. Jika kita mempergunakannya dengan baik, maka sangat bermanfaat sekali bagi diri dan agama. Wahai pemuda, janganlah kau sia-siakan waktumu seperti kebanyakan pemuda lainnya. Mereka mengikuti pergaulan dan gaya hidup orang barat. Sadarilah karena hal ini merupakan serangan yang diluncurkan orang yahudi untuk menghancurkan Islam secara perlahan-lahan. Itulah yang dinamakan Ghazwul Fikri. Yakni perang pemikiran dari Yahudi karena tidak akan bisa menyerang Islam dengan cara berperang langsung. Mereka yakin akan kalah jika melakukan perang langsung karena jumlah umat Islam sangat banyak. Maka mereka menyerang Islam dengan merusak moral pemuda-pemudi Islam dengan cara yang sangat halus.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Abdullah Syarif
Lahir di Kabupaten Bekasi, 12 Mei 1993. Pendidikan SD ditempuh 1999-2005, SDN kedung pengawas 04, MTs ditempuh pada tahun 2007-2010 di MTs Az-Ziyadatul Hasanat, selanjutnya SMK ditempuh pada tahun 2011-2013 di SMK Bina Insan Kamil. Sekarang sedang melanjutkan S1 di Fakultas Green Economi And Digital Comunication, jurusan Technopreneurship di Kampus Surya University Serpong Tangerang.
  • Fikri Alifani

    Bagus nih artikelnya.

  • Sri Fatimah

    nice :)

  • Semangat Indonesia!

Lihat Juga

Sudahkah Kita Menghargai Waktu?