Home / Berita / Internasional / Afrika / Halangi Bendungan Renaissance, Mesir Galang Kekuatan dengan Afrika Tengah

Halangi Bendungan Renaissance, Mesir Galang Kekuatan dengan Afrika Tengah

Pembangunan Bendungan Renaissance yang tetap berjalan (islammemo)
Pembangunan Bendungan Renaissance yang tetap berjalan (islammemo)

dakwatuna.com – Chad. Salah seorang petinggi pemerintah Republik Chad (salah satu negara Afrika bagian tengah) menyatakan bahwa Mesir tengah menggalang kekuatan militer di Afrika Tengah untuk menekan Ethiopia dengan mendekati Chad dan negara Afrika Tengah lainnya.

Di antara upaya yang dilakukan Mesir adalah kunjungan PM Kudeta Mesir, Ibrahim Mahlib, ke Chad dengan didampingi Menteri Pertanian, Menteri Perumahan, dan Wakil Menlu Mesir Urusan Afrika pada 24-26 April 2014, yang dilanjutkan juga dengan kunjungan ke Tanzania.

Sebelumnya, di depan Parlemen di Addis Ababa (24/4), PM Ethiopia, Haile Mariam Dessalines, menegaskan bahwa Ethiopia akan menghadapi upaya Mesir untuk menggagalkan pembangunan bendungan Renaissance yang telah selesai 32% tersebut.

Sementara ini pembangunan bendungan tersebut telah menghabiskan biaya sekitar 1,5 miliar dolar AS dari total 4 miliar dolar`AS estimasi pembangunan bendungan secara keseluruhan.

Bendungkan yang akan menciptakan danau sepanjang 246 km tersebut akan menjadi sumber energi listrik dan pengairan pertanian Ethiopia, yang diharapkan mendongkrak perekonomian negara miskin Afrika tersebut dan tetangganya.

Meskipun demikian, Mesir senantiasa menolak pembangunan bendungan tersebut dengan alasan akan mengganggu aliran Sungai Nil ke Bendungan Aswan, yang menjadi salah satu penggerak vital perekonomian Mesir. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Kebutuhan Hidup Semakin Mahal, Seorang Warga Mesir Frustasi Dan Membakar Diri