Home / Narasi Islam / Sosial / Belajar Dari Seekor Semut

Belajar Dari Seekor Semut

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Dalam al-Qur’an, Allah swt berfirman yang artinya, “ Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, ‘Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.’ “(Q.S  an–Naml: 18 ). Allah swt menciptakan segala yang di bumi ini tidak kebetulan. Dia pasti mempunyai tujuan dalam penciptaan setiap makhluk-Nya.

Udara, air, tanah, bahkan api pun mempunyai manfaat bagi manusia. Begitu juga, Allah ‘Azza Wajalla menciptakan seekor semut sebagai contoh kecil disamping begitu banyak contoh–contoh lain di sekitar kita. Subhanallah, kehidupan semut yang terdiri dari koloni dan kelompok membuat hidup mereka tentram dan damai. Ketika salah satu mereka melihat makanan, ia tidak mengambil buat dirinya sendiri, melainkan memanggil temannya untuk membantu membawa makanan itu ke sarang mereka.

Kita juga dapat melihat, alangkah indah persaudaraan mereka. Setiap berpapasan dengan semut yang lain bisa kita katakan mereka selalu bersalamaan dan saling menegur. Hal ini mencerminkan sebuah ukhuwwah yang sangat bagus. Mereka juga sangat patuh terhadap pemimpin yang telah mereka tunjuk. Seperti yang terjadi pada zaman Nabi Sulaiman a.s yang diabadikan dalam al-Qur’an. Dimana beliau dianugerahi mukjizat bisa berbicara dengan binatang. Salah satunya, beliau mengerti percakapan hewan kecil ini.

Ketika beliau hendak melintasi sebuah daerah dengan bala tentaranya, didapatilah kawanan semut yang sedang mencari makanan. Pemimpin Semut memerintahkan semut yang dipimpinnya untuk masuk ke dalam sarang agar tidak terinjak oleh rombongan Nabi Sulaiman a.s. Tanpa pikir panjang, mereka mengikuti apa yang telah diinstruksikan dan tidak ada satupun yang masih berada di luar sarang. Mereka mengetahui dan yakin bahwa apa yang diperintahkan oleh seorang pemimpin harus dipatuhi, sejauh perintah itu bertujuan untuk kebaikan.

Allah Zat yang Mahakuasa dan Bijaksana telah menciptakan seekor semut yang kita tahu tubuhnya sangat kecil. Di dalamnya mempunyai susunan organ yang sangat menakjubkan tidak lain adalah agar kita dapat mengambil ‘ibroh (pelajaran) dari makhluk Allah tersebut. Manusia yang diciptakan Allah dalam bentuk yang sebaik–baiknya harus bisa berbuat lebih dari seekor semut. Firman Allah swt dalam al-Qur’an surat at-Tin ayat :4, “Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik–baiknya “.

Andaikan manusia dapat belajar dari semut, betapa indahnya hidup ini. Manusia akan mengetahui bahwa dirinya sangat dibutuhkan oleh orang lain. Sikap tolong–menolong pun akan tumbuh bersemi di sekitar kita. Seluruh masyarakat akan memperoleh kesejahteraan karena membuang jauh sikap ananiyah (egois) dan lebih mementingkan saudaranya dari pada dirinya sendiri.

Negara ini akan memperoleh kesejahteraan jika dipimpin oleh seorang yang amanah dan mempunyai haibah (wibawa) dalam kepemimpinannya. Dan alangkah harmonis jika kita bertemu dengan saudara, teman, guru, dan orang yang kita kenal dimulai dengan senyum dan salam. Banyak orang yang cuek dengan masalah ini karena mereka tidak tahu bahwa dunia ini akan damai dan tentram jika penghuninya dapat mencontoh seekor semut. Karena sekali lagi, Allah Zat yang Mahakuasa dan Mahabijaksana telah menjadikan apa yang ada di sekitar kita untuk kemaslahatan hidup manusia. Wallahu A’lam.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ahmad Dzawil Faza
Lulusan S1 Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI Depok 2011. Menikah dengan Iin Indriyani dan dikaruniai putri bernama Fathiya Ufairah Annada. Aktivitas saat ini fokus dalam pengembangan wakaf, selain itu menulis, dan memiliki usaha di daerah Bojongsari Depok.

Lihat Juga

Ilustrasi. (Salman Al-Farisi)

Betapa Sayangnya Allah SWT Kepada Kita, Manusia

Organization