Home / Berita / Nasional / TKW yang Disiksa Oleh Majikannya, Masuk Daftar 100 Orang Berpengaruh Majalah Time

TKW yang Disiksa Oleh Majikannya, Masuk Daftar 100 Orang Berpengaruh Majalah Time

TKW Erwiana Sulistyaningsih sempat dirawat di rumah sakit di Jawa Tengah karena luka-lukanya - ( ANTARA FOTO/Andika Betha)
TKW Erwiana Sulistyaningsih sempat dirawat di rumah sakit di Jawa Tengah karena luka-lukanya – ( ANTARA FOTO/Andika Betha)

dakwatuna.com – Jakarta. Masih ingat dengan Erwiana Sulistyaningsih. Tenaga Kerja Wanita asal Indonesia yang disiksa oleh majikannya di Hong Kong beberapa waktu yang lalu ternyata mampu menarik perhatian dunia internasional.

Pengakuan dunai internasional ini yang menjadi alasan majalah Time memasukkan Erwiana dalam 100 besar orang yang paling berpengaruh di dunia. Majalah tersebut menyoroti perlakuan para majikan di Hong Kong terhadap para pekerja migran.

Majalah Time pun memuji keberanian Erwiana dalam mengungkap kasus ini dan melawan majikannya serta keberaniannya mendorong undang-undang agar dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap para pekerja rumah tangga di Hong Kong.

“Wanita seperti Erwiana merupakan wanita yang berani yang mau mengungkap kasus-kasus ini demi orang-orang yang tidak berani menyuarakan penyiksaan yang terjadi. Wanita seperti dia yang akan membuat perubahan,” kata aktivis Kamboja Somaly Mam.

Menurutnya, Erwiana memperjuangkan undang-undang yang lebih baik untuk melindungi para pekerja lainnya yang mengalami hal yang serupa.

Juru bicara Lembaga Koordinasi Migran Asia yang berbasis di Hong Kong, Eman Villanueva, mengatakan, dengan dimasukkannya nama Erwiana ke dalam daftar 100 besar orang yang paling berpengaruh di majalah Time, menarik perhatian internasional atas perlakuan terhadap pekerja migran di kota tersebut.

“Penyertaan nama Erwiana di majalah Time itu membuktikan bahwa isu pekerja migran, perbudakan, eksploitasi, dan penyiksaan merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat internasional,” kata Villanueva.

Villanueva menggambarkan situasi ini sangat rentan terhadap penyiksaan di kota tersebut, di mana para pekerja harus tinggal bersama dengan majikannya. Langkah Erwiana memperjuangkan undang-undang yang lebih baik serta disebutkannya nama wanita itu dalam daftar majalah Time dinilai dapat membantu para korban untuk berani berbicara.

“Ini akan mendorong dan menguatkan korban lainnya untuk keluar dan mengungkap apa yang terjadi serta memperjuangkan haknya untuk mendapatkan keadilan,” katanya. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 4,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Polisi Jerman. (linkonlineworld.com)

Kasus Polisi Jerman Paksa Pengungsi Muslim Makan Daging Babi Ditangani Pengadilan