Home / Berita / Internasional / Eropa / Jadi Rebutan Banyak Negara, Pesepakbola Muslim ini Pilih Bela Tanah Kelahirannya

Jadi Rebutan Banyak Negara, Pesepakbola Muslim ini Pilih Bela Tanah Kelahirannya

Adnan Januzaj - (Foto: express.co.uk)
Adnan Januzaj – (Foto: express.co.uk)

dakwatuna.comPemain ini lahir di Belgia pada 5 Februari 1995 dari keluarga yang berasal dari Kosovo, sebuah negara di semenanjung Balkan yang mayoritas beragama Islam.

Karir sepakbolanya dimulai dari klub Anderlecht dan hijrah ke Manchester United pada tahun 2011 ketika berusia 16 tahun.

Penampilan impresif selama tur Asia MU, pelatih David Moyes memberikan kepercayaan kepada pemain yang bernama lengkap Adnan Januzaj ini untuk tampil di Tim Senior MU. Kepercayaan pelatih langsung dibayar dengan sebuah gol ke gawang Sunderland, dan gol ini menjadikan Januzaj sebagai muslim pertama di MU yang berhasil mencetak gol.

Di Tim Nasional pun, Januzaj menjadi rebutan beberapa negara seperti Belgia, Albania, Kosovo dan Inggris.

Belgia merupakan tanah kelahiran Januzaj, sementara Albania dan Kosovo adalah tanah kelahiran orang tuanya yang memang berdarah Albania. Inggris sendiri begitu terpincut dengan penampilannya dan berpeluang menjadikan Adnan bagian dari Timnas Inggris setelah sang bintang menetap 5 tahun di negeri Ratu Elizabeth tersebut.

Belgia patut bersyukur karena akhirnya menjadi negara yang dipilih Adnan untuk dibela hingga akhir karir sepakbolanya.

Kabar tersebut pertama kali digaungkan oleh pelatih Belgia Marc Wilmots, Rabu (23/4) waktu setempat.

“Saya telah menerima konfirmasi resmi bahwa Adnan Januzaj telah membuat dirinya dapat dimainkan oleh tim nasional Belgia untuk sepanjang kariernya,” kata Wilmots melalui akun Twitternya.

Dengan keputusan ini, Adnan sangat berpeluang memperkuat Belgia pada piala dunia 2014 di Brasil. Belgia merupakan salah satu negara peserta piala dunia 2014 di Brasil dan berada satu grup dengan Aljazair, Rusia, dan Korea Selatan. (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (20 votes, average: 7,65 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Pauline Hanson dalam pidatonya yang bernada Islamofobia di Parlemen Australia, Rabu (14/9/2016). (abc.net.au)

(Video) Seorang Anggota Parlemen Australia: Kita Dalam Bahaya Dibanjiri Muslim

Organization