Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Sebuah Catatan Kecil

Sebuah Catatan Kecil

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
ilustrasi (inet)
ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Senyap suasana malam,namun masih terasa kebisingan kecil

Suara jangkrik terbias dalam rongga selimut angin malam yang sedang bergurau

Rasa di kala itu mulai bergejolak

Seakan tampak pantai nan luas lalu hasrat hati ingin menghempaskan

Beban melalui aluanan ombak nan dasyat,

Gemericik suara tinta aliran hati perlahan tergores dalam khatulistiwa kusamnya kertas usang

Saat-saat emas inilah terbuai dalam konsentrasi menggoreskan secerca kontroversi hidup

Mengadu dalam

Hubungan vertikal dengan Tuhan

Memohon maaf belum bisa mengemban amanat

Menjadi khalifah profesi wajib yang belum terjamah

Beralih dalam ruang perjalanan hidup

Mata hati nan mulai tertunduk

Menoleh ke belakang sejenak

Terbayang sesosok lelaki gagah

Perawakan kecil, berisi, berkumis, juga sedikit coklat khas manusia Indonesia

Yang dulu dinobatkan Tuhan jadi “Ayahku”

Namun satu pilihan dari Tuhan mengharuskannya beranjak dari singgasana bumi

Kala itu, putra dan putrinya yang lugu menjadi debu-debu belia yang masih mengapai-gapai

Tapi apa daya

Keputusan absolut itu mulia

Saat itu juga kami jadi yatim pemilik warga setempat

Yang perlu dibimbing dan dibina.

Di balik kisah sedikit miris itu

Tuhan telah membuka tabir hidup ini, membuka mata

Mengenalkan inilah dunia

Mengajarkan melewati tapal batas sepi tanpa nakhoda

Tiada wadah aduan, tiada rangkulan hangat, dan tiada sesosok penghalau nyamuk malam

Kedisiplinan hidup diterapkan melalui kemandirian

Aku bersyukur hatiku terbuat dari air yang selalu mengalir tiada dilapisi baja

Walau kerap teriris namun dengan cepat menyatu kembali

Terbersit kata cemburu melihat mereka bersama dengan kelengkapan cinta yang sesunguhnya

Walau pahit hidup terasa

Namun itu dulu, kini sekolah kehidupan telah mengasah sistem imun hidup kami

Menjadikan manusia yang kuat mencari celah resmi menuju ke profesi wajib dari Tuhan

Kesadaran itu membuat ku tersadar bahwa angin malam sudah tak bersahabat

Bumi seakan runtuh mengiringi kepesimisan catatan kecil ini

Kumulai menekan ujung tinta hingga membuat sebuah titik

Dan menutup catatan untuk hari ini.

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 6,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Riau.

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Surat Cinta dari Mahasiswa untuk MUI

Organization