Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Aku Sayang Mama

Aku Sayang Mama

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (islamicstyle.al-habib.info / nurelyana)
Ilustrasi. (islamicstyle.al-habib.info / nurelyana)

dakwatuna.com

Saat kesederhanaan memikul keluargaku
Serba kekurangan di penuhi senyuman penuh kebahagiaan
Sambutan hangat kelengkapan cinta menyesakkan rumah mungilku
Menyambut mentari pagi nan mencurigakan
Sepasang suami istri beserta anak-anak nakalnya asyik bersenda gurau
lalu semua larut dalam aktivitasnya

tapi kali ini
Tidak hanya Mentari yang aneh tapi langit juga begitu murung
Semua itu terjawab saat Malaikat pencabut raga Mengambil ayah ku ke surga
Seakan semua berjalan begitu cepat..

Sekarang akar kehidupanku hanya tinggal sebatang
Mama.. ya Mama yang kini menjadi Mutiara berharga dalam hidupku
Yang harus selalu ku jaga dan ku sayangi
Beliaulah penopang ranting yang belum berdaun
Menjadi akar penyangga batang yang dulunya
Dipikul berdua penuh kemesraan.

Kini Mamaku menjadi pahlawan wanita untuk keluarga
Halusnya tangan yang membelai rambutku dahulu
Terasa lebih kasar saat mendarat di landasan keningku
Tapi masih terasa kehangatan cinta mama
Itulah yang ku harapkan

Aku bangga dengan mamaku…
Tetap tegar dan bertahan kala….
Berjuang sebagai Ayah,ibu,juga Dosen bagi kami
Mengajarkan arti hidup yang sesungguhnya
Tak jarang mama lupa cara memasak yang dulu keahliannya
Tak jarang mama Pulang saat mentari sudah lama terlelap
Semua pengaruh Beban yang di pikul
Hingga pikiran mulai bercabang

Mama…
Ketika mama tertidur letih
Tak kuasa hati menahan air mata dan
aku berdoa agar engkau selalu berada di sisiku

mungkin saat engkau tak ada mama
Kepingan jantung hatiku tak sanggup bermuara ke asalnya lagi
Tulangku kan goyah sampai Benang nadiku kusut tak beraturan
Pasti ku kan Terpenjara sepi
Tak mendapat belaian cinta dari mama lagi

Kini Perjuangan mama ..
Menaiki ribuan anak tangga
Mulai menemukan dataran kehidupan masa depan
Ranting yang dulunya rapuh
Kini telah kuat bertahan dan mulai berbunga
Akibat dari Pemupukan cinta seorang mama
Anakmu yang dulu bocah tengik
Telah duduk di bangku universitas
Yang dulu impian yang serba fatamorgana belaka
Tapi ini realisasi hasil kerja keras mama…
Tapi waktu memakan segalanya
akarpun mulai ringkih dan membungkuk
mama mulai memasuki usia senja
Walaupun begitu
Engkau masih mamaku yang dulu
Mama yang mempunyai semangat yang bertubi-tubi
Puisi ini ku Goreskan dengan penuh cinta
Di iringi akustik piano yang menyatu dalam lembutnya udara malam
Terkhususkan untuk mama yang selalu aku kasihi
Aku sayang mama…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 7,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Riau.

Lihat Juga

Ilustrasi. (Foto: rawmavy.deviantart.com)

Menyayangi Dengan Cara yang Berbeda