Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Membentuk Pribadi Muslim Ideal (Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah)

Membentuk Pribadi Muslim Ideal (Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah)

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "Membentuk Pribadi Muslim Ideal (Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah)".
Cover buku “Membentuk Pribadi Muslim Ideal (Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah)”.

Judul Asli:  Syakhsiyatul Muslim Kamaa Yasyughuhal Islam Filkitab Wa Sunnah

Terjemahan: Membentuk Pribadi Muslim Ideal (Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah)

Penulis: Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimi

Penerjemah: H. Gozali J. Sudirjo Lc, Asep Sobari Lc

Penerbit: Al-I’tishom – Jakarta

Tebal: 322hal ; 15,5 x 24 cm

ISBN: 978-979-3071-98-5

Cetakan: I; Maret 2012

 

dakwatuna.com – Islam adalah agama paripurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Mulai dari keshalihan individu, sosial hingga kehidupan bernegara dan antar negara dalam tatanan global. Karena sejatinya, Islam adalah sistem integral yang bertujuan untuk menyebarkan kasih sayang kepada seluruh alam. Hal ini bisa difahami karena Islam merupakan agama langit yang langsung diatur oleh Allah. Sedang Dialah Yang Maha Mengetahui akan semua kebutuhan dan kebaikan bagi hamba-hamba-Nya.

Sayangnya, kecemerlangan Islam seringkali tidak berkorelasi positif dengan fenomena akhlak kaum Muslimin. Ada seorang hafizh al-Qur’an yang melakukan korupsi, ada juga ustadz yang melakukan perbuatan cabul, atau seorang beragama Islam yang mencuri, melakukan tindakan kriminal dan kekejian lainnya.

Tentu, ini bukan justifikasi. Karena banyak juga kaum Muslimin yang baik secara akhlak dan dalam kehidupan antar umat manusia. Syeikh Ali al-Hasyimi, menghabiskan waktu selama sepuluh tahun untuk melakukan riset dan kemudian menuliskan buku yang ada di tangan pembaca ini. Tujuannya, agar Islam yang cemerlang bertemu secara sempurna dengan kecemerlangan-kecemerlangan pemeluknya.

Sebelum baik kepada siapapun, Muslim yang ideal haruslah baik hubungannya dengan Allah Sang Pencipta. Kebaikannya ini bisa dilihat dari kualitas ibadahnya. Bukan saja ibadah yang terlihat secara indrawi, tetapi lebih dari itu adalah ibadah batin yang hanya diketahui oleh dirinya dan Allah.

Maknanya, shalatnya yang terlihat secara fisik, haruslah terkoneksi dengan baik dalam tataran batin. Yakni merasa diawasi oleh Allah sehingga shalatnya bisa menjadi pencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Selain shalat, ia adalah sosok yang sedikit sekali lalai, menunaikan zakat, memampukan diri untuk beribadah haji, dan melakukan semua amalan untuk mengundang ridha dan ampunan Allah.

Berikutnya, Muslim ideal adalah orang yang baik dengan dirinya sendiri. Ia tak pernah zhalim. Karena sadar sepenuhnya, bahwa dirinya adalah anugerah dari Allah sehingga harus disyukuri dengan berbuat kebaikan. Maka, dia menjaga fisik, akal dan jiwanya.

Fisiknya dijaga dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal, baik dan mengundah berkah. Ia tak lupa istirahat, berolah raga dan berpenampilan sebaik mungkin guna mensyiarkan nikmat yang telah Allah berikan.

Akalnya dibagusi dengan banyak membaca, menulis dan memikirkan ciptaan Allah. Ia tak mudah lalai apalagi terlena. Menuntu ilmu menjadi ciri khasnya, dilengkapi dengan keilmuan kekinian dan juga menguasai bahasa asing. Ia melakukan hal itu karena kesadaran. Bahwa ilmu adalah milik Allah, dan kaum muslimin wajib untuk menguasainya.

Jiwanya dirawat dengan sangat baik. Hatinya sibuk berzikir, rajin mendekati orang shalih, dan tak luput dari doa-doa di sepanjang kehidupannya. Tak ada kesia-siaan yang dia lakukan kecuali hanya sedikit saja.

Di sepanjang amal untuk menyelesaikan urusan terkait dirinya sendiri itu, Muslim ideal juga menjalin hubungan baik dengan sekitarnya. Dengan orang tua sebagai kunci surga dan ridha Allah, pasangan hidup sebagai partner sejati untuk mengejawantahkan cinta kepada Allah dan bersama menuju-Nya, juga kepada anak-anak dan keluarga dekatnya sebagai objek dakwah yang pertama.

Ia juga baik kepada tetangga, sahabat dan seluruh masyarakatnya. Tak lupa, ia memenuhi kewajiban-kewajibannya kepada semua orang. Ia adalah pribadi jujur, suka berbagi dan menerima nasehat, pemalu, penyayang, luwes, pemaaf, mudah bergaul, menahan diri, wajah yang selalu berseri, dermawan, tidak berbuat zhalim, tidak munafik, jauh dari riya’, menghindari ghibah dan seterusnya.

Disajikan dalam bentuk tebal, membuat buku ini wajib dimiliki oleh setiap kaum Muslimin sebagai rujukan. Mudahnya, sajian di dalamnya disajikan perbab dan kemudian dibagi menjadi sub-bab-sub-bab singkat sehingga mudah dibaca dan difahami. Sajiannya merupakan potongan-potongan taujih sehingga tidak harus dibaca dari depan dan bisa dimulai dari bagian yang paling menarik benak kita.

Dilengkapi dengan dalil al-Qur’an, sunnah Rasulullah dan kisah para pendahulu umat ini, menjadikan buku ini memiliki nilai lebih. Semoga Allah memudahkan kita untuk membaca, menelaah dan mempraktekan ajaran dalam buku ini sebagai bentuk melakukan apa yang Allah perintahkan melalui Kalam-Nya.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Pirman
Penulis, Pedagang dan Pembelajar

Lihat Juga

Ilustrasi. (babarusyda.blogspot.com)

Dari Niat, Menuju Surga atau Neraka?