Home / Berita / Internasional / Eropa / Shaqiri, Pesepakbola Muslim yang Jadi Pahlawan Nasional Swiss

Shaqiri, Pesepakbola Muslim yang Jadi Pahlawan Nasional Swiss

Xherdan Shaqiri, Pesepakbola muslim swiss - (Foto: muslim197.rssing.com)
Xherdan Shaqiri, Pesepakbola muslim swiss – (Foto: muslim197.rssing.com)

dakwatuna.com – Swiss.  Darahnya bukan asli Swiss. Sebaliknya, pemain yang bernama Xherdan Shaqiri ini lahir di Yugoslavia pada 10 Oktober 1991. Pada 1992 perang saudara di Yugoslavia memaksa Xhaqiri bermigrasi ke Swiss.

Berstatus pengungsi di Swiss, ternyata tak membatasi skill Shaqiri sebagai calon bintang sepak bola. Menimba ilmu di klub lokal Swiss, SV Agust, pemain bertinggi 169 sentimeter pun tumbuh sebagai salah satu calon bintang sepak bola. Hal yang akhirnya membuat Swiss menaturalisasi pemain yang mengaku seorang muslim sejati itu.

Kini, Shaqiri menjelma sebagai salah satu pahlawan nasional olahraga di Swiss. Dia menjadi bagian dari generasi emas sepak bola Swiss yang sukses menembus final Piala Eropa U-21 pada 2011.

Berkat aksi gemilangnya di junior, satu kostum timnas senior Swiss menjadi milik Shaqiri. Kini, Shaqiri menjadi kunci bagi Swiss di Piala Dunia 2014. Peran penting Shaqiri diakui pelatih Swiss, Ottmar Hitzfeld. “Kami punya banyak pemain muda, seperti Shaqiri. Dan, beruntung bagi kami, dia bermain bersama tim terbaik, seperti Muenchen,” kata Hitzfeld, seperti dikutip AP.

Di Piala Dunia Brasil, Shaqiri tak bisa dipandang sepele. Selain punya skill di atas rata-rata, prestasi winger yang sudah mencetak delapan gol bersama Swiss itu teruji di level klub.

Tak main-main, Shaqiri adalah bagian dari klub juara Eropa Bayern Munchen. Peran Shaqiri di Munchen pun mendapat pujian dari pelatihnya, Pep Guardiola. “Shaqiri adalah pemain yang memiliki standar tinggi,” kata Guardiola seperti dikutip Aargauerzeitung.

Namun, ada kendala bagi Shaqiri sebelum tampil di Piala Dunia. Kendala itu adalah minimnya jam terbangnya bersama Bayern Muenchen. Maklum, di klub raksasa Jerman ini terdapat banyak pemain kelas dunia.

Shaqiri pun dipaksa bersaing dengan pemain sekaliber Toni Kroos dan Thiago Alcantara. Praktis, Shaqiri hanya menjadi pelapis. Sekalipun berstatus cadangan, performa Shaqiri tetap mengundang puja puji Guardiola. “Dia adalah pemain yang bisa mengubah keadaan. Perannya sangat vital, terutama saat tim sedang buntu dalam permainan,” puji Guadiola.

Kini, Brasil pun sudah menanti Shaqiri. Kendati bukan pemain berdarah asli Swiss, Shaqiri bertekad main habis-habisan. Semua itu jadi pembuktian akan profesionalisme dan tekad seorang imigran Kosovo. Dan, bila Shaqiri tampil baik di Brasil, bukan hanya Swiss yang akan mendapat untung, melainkan Kosovo.

Sebab, salah satu dutanya sudah membuktikan bahwa negara yang belum diakui itu ternyata memiliki talenta kelas dunia. Walau, kini sang duta Kosovo masih memakai seragam beda negara.

Data Shaqiri

Tanggal Lahir    : 10 Oktober 1991 (22 tahun)
Tinggi        : 169 sentimeter
Posisi        : Winger

Riwayat Karier

1999-2001     : SV Augst
2001-2012     : FC Basel
2012-Kini     : Bayern Muenchen

Bersama Timnas

2010-Kini     : Swiss (30 kali main, 8 gol)

Faktor +

– Kreativitas
Skill tinggi
– Bisa bermain di beberapa posisi lini tengah

Faktor –

– Pengalaman minim di turnamen antarnegara
– Kemampuan bertahan
– Fisik yang di bawah rata-rata

(ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,86 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Industri Keuangan Syariah (inet)

Model Dewan Pengawas Syariah di Negara Muslim

Organization