Home / Berita / Nasional / Yenny Wahid: Dua Figur ini Bisa Satukan Partai Islam

Yenny Wahid: Dua Figur ini Bisa Satukan Partai Islam

Putri Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid - (Foto: lensaindonesia.com)
Putri Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid – (Foto: lensaindonesia.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Usai Pemilu legislatif, sejumlah partai politik mengajukan wacana koalisi agar dapat mengajukan calon presiden dan wakil presidennya masing-masing. Tak terkecuali partai-partai yang berhaluan Islam seperti Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional dan Partai Bulan Bintang.

Putri Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid, menilai koalisi antar partai Islam harus diakomodir. Sebab, menurutnya hal itulah yang dapat menjaga keseimbangan politik di Indonesia.

“Koalisi antar partai Islam dan semuanya harus diakomodir. Ini supaya ada kestabilan dan keseimbangan politik,” ujarnya di Jakarta Pusat, Senin malam, 21 April 2014.

Ia juga menyatakan, bahwa partai-partai Islam tersebut hanya memerlukan kehadiran seorang figur pemersatu untuk membuat koalisi Islam itu terjadi.

“Koalisi bisa dilakukan selama ada figur yang bisa mempersatukan, dan sebenarnya sekarang ada banyak figur yang bisa mempersatukan partai Islam, contohnya Pak Jusuf Kalla, Pak Mahfud MD,” ujar Yenny.

Yenny juga mengatakan, bahwa sekarang hanya tinggal kemauan dari partai-partai Islam tersebut saja yang akan membuat koalisi itu terjadi. “Sekarang tinggal partai-partai Islamnya saja, mau tidak mencalonkan (presiden) sendiri,” tuturnya.

 

Gus Durian belum tentukan pilihan

Hingga Pileg berakhir, pengikut setia Gus Dur atau biasa disebut Gus Durian, belum menentukan sikap mengenai siapa capres dan cawapres yang akan didukungnya pada Pemilihan Presiden pada 9 Juli 2014 mendatang.

Menurut Yenny Wahid, pihaknya akan menunggu terbentuknya konfigurasi dari pasangan capres dan cawapres sebelum memastikan dukungan. “Kita (Gus Durian) belum menentukan dukungan. Nanti kita akan tentukan sikap setelah ada konfigurasi dari capres dan cawapres,” ujarnya.

Dikatakan Yenny, Gus Durian sengaja menunggu pembentukan konfigurasi capres dan cawapres sebelum menentukan dukungan karena pihaknya ingin memastikan Indonesia dipimpin oleh tim yang kuat.

“Tidak bisa hanya capres saja. Tantangannya besar sehingga tidak cukup dengan presiden yang kuat, tapi juga wakil presiden yang kuat. Harus dengan tim yang kuat,” ucap Yenny. (umi/viva/sbb/dakwatuna)

 

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi. (collegeaffairs.in)

Figur Seorang Pemimpin

Organization