Home / Berita / Nasional / Usai Dibacakan Fatwa, Suryadharma Ali Meneteskan Air Mata

Usai Dibacakan Fatwa, Suryadharma Ali Meneteskan Air Mata

Ketua Umum PPP Suryadharma Ali - (foto: dakta.com)
Ketua Umum PPP Suryadharma Ali – (foto: dakta.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Ketua Majelis Syariah PPP, KH Maimoen Zubair mengeluarkan fatwa guna menyikapi kisruh yang terjadi di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Apa yang terjadi belakangan ini di tubuh PPP sangat memprihatinkan. Ini sama sekali tidak mencerminkan cita-cita kader partai yang berazaskan Islam,” kata Maimoen di Markas PPP, Jakarta, Selasa (22/4/2014). Demikian dikutip dari okezone.com

KH Maimoen meminta semua fungsionaris PPP kembali kepada pedoman partai yang mendasarkan pada perintah amar makruf dan nahyi munkar. Melalui delapan fatwa perdamaian, Maimoen meminta dua kubu yang bersitegang, yakni kubu Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) dan kubu Sekjen PPP Romahurmuziy (Romi) kembali bersatu.

SDA sendiri sempat menangis saat mendengarkan nasihat KH Maimoen Zubair soal keprihatinannya tentang konflik internal di PPP. KH Maimoen adalah salah satu tokoh yang ikut melahirkan PPP.

Setelah dibacakan fatwa itu, KH Maimoen Zubair dan SDA berjabat tangan dan berpelukan sambil meneteskan air mata.

Tak banyak kata-kata yang disampaikan oleh SDA setelah mendengarkan fatwa majelis syariah PPP. SDA hanya menyampaikan jika dirinya menerima semua fatwa tersebut.

“Fatwa yang disampaikan mbah Maimoen saya terima,” kata SDA dengan wajah tegang dan nada sedikit bergetar.

Berikut delapan fatwa perdamaian sesepuh PPP:

1. Kewajiban islah (damai) antara kubu yang beritikad, utamanya adntar Ketum DPP PPP, SDA dan Sekjen Romi.

2. Islah berarti kembali pada asal semula, bahwa SDA adalah Ketum dan Romi adalah Sekjen.

3. Islah juga berarti bahwa tidak ada pemecatan, pemberhentian, atau rolling kepengurusan dari pihak-pihak yang bertikai.

4. Dalam hal Pemilu Presiden 2014, PPP belum menyatakan adanya koalisi dengan partai politik manapun. Penentuan koalisi harus ditetapkan melalui Rapimnas sebagaimana amant Mukernas II di Bandung pada 7-9 Februari 2014.

5. PPP juga belum menentukan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Penentuan juga harus ditetapkan melalui Rapimnas.

6. Semua fungsionaris partai harus mensyukuri hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2014.

7. Semua jajaran partai harus mengedepankan kerja sama. Tidak boleh berjalan sendiri-sendiri dan meninggalkan kebersamaan.

8. Langkah-langkah strategis harus dikonsultasikan dengan Majelis Syariah, Majelis Pertimbangan dan Majelis Pakar.

(sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (15 votes, average: 9,73 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Singgih Pratama Putra

    Alhamdulillah….. berpegang teguhlah kamu dalam tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai….

  • Adi Susilo

    dengan hal tsb d atas kita rakyat RI (Pemilih) lebih mudah memilih pemimpin , krn Partai adalah bentuk kecil dari negara jika dalam internal partai sj masih blm mampu menjaga kerjasama dan kesatuan kader dan pemimpinya tak perlu lagi mempertimbangkan tokoh2nya untuk memimpin sebuah institusi apa lagi menjadi RI-1 , dengan kata lain Eliminasi otomatis atau sangat natural buat mengurangi kesalahan pilihan rakyat yg hanya bisa memilih dengan melihat gambar tanpa bs memahami track record masing2 tokoh yg di ajukan partai

Lihat Juga

Monas

Larang Pengajian di Monas, Politisi PPP Minta Ahok Larang Juga Kegiatan Lain