Malam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: supriyadisugeng.tumblr.com)
Ilustrasi. (Foto: supriyadisugeng.tumblr.com)

dakwatuna.com – Malam, aku bicara padamu
Tentang dia yang tak kutahu dimana rimbanya
Malam, aku bertanya padamu
Tentang seseorang yang kucintai dalam diam
Malam, aku bercerita padamu
Tentang diriku yang terbungkam bisu dalam kesendirian

Mengupas rindu berkepanjangan
Malam, hal ini terulang lagi
Saat rembulan tersipu malu di balik awan, dan bercerita kepadaku
Tentang gemintang yang mulai padam
Tentang kunang yang meredup sinyarnya

Tentang mawar yang berhamburan di pelataran
Dan tentang dia,

Seseorang yang malam ini tak datang lagi

Malam, pelataran ini kota mati

Tempat wudhu lengang tanpa gemericik air, sepi

Sajadah terhampar kosong tak ada yang menaiki

Sedang aku, masih berharap dia akan datang kembali

Malam…

Benarkah ini?
Saat waktu dan jarak menjadi dimensi pemisah, antara aku dan dia, juga mereka
Biasanya pelataran ini tempat kami bertukar cerita
Biasanya air wudhu ini seringkali tak cukup untuk membasuh wajah-wajah kami
Biasanya sajadah ini tak cukup menampung lingkaran kami
Malam, belum bisa aku lupakan semua ini
Saat sepotong roti bakar menjadi pengganjal perut, penahan rasa lapar
Saat segelas susu hangat membersamai tumbuh dan berkembangnya kami
Disini, di lingkaran yang tak berujung ini
Biasanya kami saling bertukar asa dan berbagi semangat
Bahkan saat murabbi kami tampak sudah begitu kelelahan
Bahkan saat salah satu dari kami menahan kantuk yang sangat hebat

Disini, di halaqah yang sangat aku cintai ini

Malam, aku ingin mereka semuanya kembali

Di sini, di lingkaran tak berujung ini
Agar aku sampaikan rasa rindu yang meledak hebat ini

Agar aku jelaskan dengan sepenuh cinta,

Halaqah ini sepi tanpa mereka

Setelah itu terserah kau,

Kau tahan mereka untuk tetap disini, atau kau buang saja aku

*Puisi ini ditulis untuk teman – teman yang mempunyai keluarga kecil bernama halaqah, mari saling menjaga dan mendo’akan, “Semoga Allah senantiasa menjaga kita, dan semoga tidak perlu terjadi dialog dengan sang malam.” J

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ale Ikhwan Jumali
Mahasiswa tingkat akhir di Universitas Gadjah Mada yang nyambi jadi merbot masjid dan wirausahawan. Suka tantangan dan hal baru.

Lihat Juga

Membentuk Karakter Pemimpin yang Islami Sejak Dini