Home / Berita / Nasional / Jiwa Besar SDA dan Elit PPP, Kunci Islah PPP

Jiwa Besar SDA dan Elit PPP, Kunci Islah PPP

Kampanye Partai Persatuan Pembangunan - Foto: yahoo.com
Kampanye Partai Persatuan Pembangunan – Foto: yahoo.com

dakwatuna.com – Jakarta. Gagasan islah di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus mengemuka. Namun gagasan ini akan sia-sia bila Suryadharma Ali (SDA) dan elit pengurus lainnya tidak memiliki kelapangan hati. Jika jalur ini buntu, pilihan melalui mekanisme hukum tidak bisa dielakkan.

Persoalan yang menimpa internal PPP sejatinya mudah diuraikan. Persoalan mekanisme internal partai yang absen dilakukan elit PPP menjadi pemicunya. Jika masalah utama itu diselesaikan, carut-marut interal PPP dijamin bakal usai.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengatakan, persoalan di internal PPP akan segera usai jika Suryadharma Ali menempuh langkah dari titik nol.

“Jadi SDA harus membuka forum, menjelaskan kenapa dia mendukung Gerindra serta menarik kembali orang-orang yang sudah dipecat. Jadi secara otomatis akan mengevaluasi kembali dukungan ke Gerindra, tapi SDA apa mau melakukannya? Itu persoalannya,” ujar Ray ditemui di Gedung MPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (21/4/2014).Seperti dikutip dari inilah.com

Mengingat langkah tersebut sulit dilakukan oleh Suryadharma, Ray meyakini PPP ke depan akan memiliki dua kepengurusan. Dua kepengurusan tersebut, kata Ray bisa saja kuat secara politik. “Tapi belum tentu secara hukum,” cetus Ray.

Dampak dari konflik yang menimpa PPP ini menurut Ray akan memberi implikasi dalam Pemilu Presiden 2014 mendatang. Perolehan suara PPP sebesar 6 persen secara hukum tidak akan berguna dalam Pilpres mendatang.

“Karena harus ada persetujuan dari ketua umum dan Sekjen. Jadi suara PPP yang 6 persen itu tidak bisa ditransfer ke Gerindra dan sebaliknya tidak bisa ditransfer kelompok Romi ke kelompok lainnya,” papar Ray.

Sementara menanggapi rencana rapat pleno DPP PPP sebagai forum islah, Sekjen DPP PPP M Romahurmuziy mengatakan forum islah desainnya tidak diniatkan sebagai islah. “Karena meletakkan Sdr. Isa Muhsin sebagai Sekjen berarti melegitimasi secara faktual pengambilan keputusan yang inkonstitusional,” ujar Romi.

Tidak hanya itu, Romi juga mengatakan meletakkan Suryadharma sebagai Ketua Umum PPP juga langkah yang tidak tepat karena yang bersangkutan, menurut Romi telah diberhentikan sementara dalam Rapimnas I PPP pada 19-20 April 2014. Pihaknya telah menggelar forum islah namun Suryadharma Ali tidak hadir.

“DPP PPP sekali lagi mengundang SDA untuk hadir di Mukernas III PPP yang diadakan pada Rabu, 23 April 2014 sebagai forum konstitusional yang terakhir agar SDA bisa ruju’ ilal haq (kembali ke jalan yang benar),” cetus Romi. (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Syiah Hutsi di Yaman. (yemenpress)

Pemberontak Syiah Hutsi Bantai Satu Keluarga di Dhamar

Organization