Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Gadis Kecil di Kolong Jembatan

Gadis Kecil di Kolong Jembatan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Pernahkah kau menatap matanya?

Tatapan lusuh, sayup memudar di bawah bias mentari

Bilakah kau lihat bibir mungilnya?

Pucat  dan terbungkam dalam tubuh lunglai terkulai

Gadis kecil itu, di kolong jembatan

Suaramu parau nyaris tergilas suara bising ibukota

Hari bagimu hanya siang dan malam

Pergantian waktu tegas melapukan jiwa ragamu

Sebatang kara

Kadang hati kecilmu terusik tentang cinta

Tentang rindu yang telah kau kubur dalam

Tak ada satu pun narasi mampu kaudendang

Saat  keindahan melintas sekitar ragamu

Saat  seorang ibu mendekap erat bayi dalam gendongan

Saat seorang bocah menuntun santun sang kakek

Saat putri kecil menggelayut mesra di tangan ayahnya

Saat muda-mudi tergelak ceria

Saat satu keluarga bergandengan bahagia

Bagimu, semua itu hanya impian yang tak pantas

Gadis kecil di kolong jembatan…

Kembali tubuhmu didera luka dan duka

Kau akrabi mata-mata jalang

Kadang bercengkrama pada kekejaman

Kerap melenggang dalam amukan orang sekitar

Tak ada kasih sayang yang datang

Pilihan bagimu: bertahan atau berpulang

 

Catatan buatku dan kepada hati nurani…dimana kita “titipkan” mereka?

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 8,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Nina Mariana

Lihat Juga

Birrul Walidain (Berbakti Kepada Orang Tua)