Home / Berita / Nasional / Jelang Pilpres, MUI akan Kumpulkan Pimpinan Parpol Islam

Jelang Pilpres, MUI akan Kumpulkan Pimpinan Parpol Islam

Din Syamsuddin ketika menerima kunjungan Ketum PPP Suryadharma Ali dan Jajarannya - metrotvnews.com
Din Syamsuddin ketika menerima kunjungan Ketum PPP Suryadharma Ali dan Jajarannya – metrotvnews.com

dakwatuna.com – Jakarta.  Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, mengatakan pihaknya akan menggelar pertemuan dengan para pimpinan dan tokoh partai politik Islam dalam waktu dekat. Pertemuan itu akan membahas koalisi partai berbasis Islam dalam Pemilu Presiden 2014.

“Saya selaku Ketua Umum MUI bersama Bapak Said Aqil Siraj, Ketua Umum PBNU, Pak Ma’ruf Amin, Wakil Ketua Umum MUI, dan para pimpinan MUI lainnya, Insya Allah dalam satu atau dua hari ke depan, kami akan adakan pertemuan para pimpinan parpol Islam,” kata Din Syamsuddin, Senin 21 April 2014, di kantor MUI, Jakarta.

Pertemuan tersebut khusus dengan parpol Islam, sedangkan parpol nasionalis belum diundang. Partai Islam yang akan diundang itu yakni, PKB, PAN, PPP, PKS dan PBB.

“Nanti yang kami undang baru tokoh-tokoh partai Islam saja dulu, parpol nasionalis belum,” ujarnya.

Sebelumnya, Forum Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (FUI-MUI) yang dihadiri oleh 67 ormas Islam tingkat pusat menyerukan agar partai Islam bersatu dalam Pemilu Presiden 9 Juli akan datang.

“Kami Forum FUI-MUI menyerukan kepada parpol Islam atau yang berbasis Islam untuk membangun koalisi strategis menghadapi Pilpres 2014,” kata Din. (one/vivanews/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi. (change.org)

SNH: Lamban Tangani Kasus Penistaan, Polisi Diujung Tanduk