Home / Berita / Nasional / Tokoh Perubahan Republika 2013: Saya Malah Ingin Kalau Masuk Surga Bisa Mengajar Matematika

Tokoh Perubahan Republika 2013: Saya Malah Ingin Kalau Masuk Surga Bisa Mengajar Matematika

Ridwan Hasan Saputra, Tokoh Perubahan Republika 2013 - (Foto: republika.co.id)
Ridwan Hasan Saputra, Tokoh Perubahan Republika 2013 – (Foto: republika.co.id)

dakwatuna.com – Jakarta. Penggagas metode matematika nalariah, Ridwan Hasan Saputra mengaku sempat kaget dan bingung mendapat penghargaan Tokoh Perubahan Republika 2013. Ia mengaku hanya menjalankan hobi dia, mengajar matematika.

”Saya malah ingin kalau masuk surga bisa mengajar matematika,” tutur dia ketika menerima penghargaan, Senin (21/4).

Ketika mendirikan klinik MIPA sudah dianggap sebagai lembaga gagal. Ia bahkan sempat disebut orang kurang waras.  Tapi sang ibu, ujar dia selalu mengingatkan bahwa lelaki harus tangguh dan kuat. Karena kalau lelaki lembek sama sekali tak bisa mengejar mimpi dia yang begitu tinggi.

Di balik pelatihan matematika itu, ia juga mengajarkan pentingnya beribadah. Ridwan selalu menyatakan shalat adalah salah satu cara mendapatkan rahmat Allah. ”Rahmat dari langit maupun dari dalam bumi Allah,” tutur dia.

Ia bermimpi di setiap tiap kota ada lembaga klinik MIPA. Sehingga bisa menciptakan anak-anak yang bisa memenangkan olimpiade yang juga saleh.

Ia pun kemudian meluncurkan pesan pamungkasnya, bahwa ”biarkan saat ini tanah kita dijarah oleh orang lain. Namun saya sedang menciptakan generasi bangsa yang bisa memunculkan sumber daya dari bumi Indonesia dan menarik sumber daya orang lain masuk ke Indonesia.” (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 8,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • agus supriyanto

    bagus bang semoga abang diberikan hidayah dan kesehatan

Lihat Juga

Esther Okade, mahasiswi jurusan matematika yang baru berumur 10 tahun (telegraph.co.uk)

Mahasiswi Termuda di Inggris, Umurnya Baru 10 Tahun