Home / Berita / Internasional / Asia / Inilah Percakapan Terakhir Sebelum Ferry Sewol Terbalik

Inilah Percakapan Terakhir Sebelum Ferry Sewol Terbalik

Kapal Feri Sewol (inet) - (Foto: bewara.co)
Kapal Feri Sewol (inet) – (Foto: bewara.co)

dakwatuna.com – Seoul. Percakapan 31 menit antara ferry Sewol dengan Pusat Lalu lintas Moda (VTS) di Pulau Jindo akhirnya muncul. Dalam rekaman terdengar saat-saat terakhir sebelum kapal itu karam.

Korea Times melansir penjaga Pantai Korea, Ahad (20/4), menyampaikan percakapan berawal pada pukul 9.06 hingga pukul 9.37 pagi waktu setempat. ”Sewol! Apa kalian di sana? Sewol! Sewol!,” panggil VTS. Semenit kemudian, 9.07, Sewol merespon. ”VTS Jindo, ini Sewol!”, kata kru senior ferry.

VTS bertanya apakah feri itu tenggelam. ”Ya, kami mulai tenggelam. Darurat! Tolong hubungi Penjaga Pantai,” jawab kru Sewol. Setelah tiga menit berlalu, Sewol kembali memberi kabar. ”Kapal telah sangat miring dan sepertinya akan segera terbalik”.

”Kapal sudah sangat miring. Tak bisa lagi bergerak,” Sewol mengulangi pernyataannya. ”Apa para penumpang sudah dalam sekoci keselamatan?,” VTS kembali bertanya pada pukul 9.12. ”Belum. Keadaan menyulitkan pergerakan,” jawab Sewol.

Pada 9.21, kru Sewol terdengar putus asa. ”Apa penjaga pantai akan menolong kami? Berapa lama mereka akan sampai?” Dua menit berlalu. ”Kapal bantuan akan sampai di sana dalam 15 menit. Minta penumpang menggunakan jaket pelampung,” kata VTS.

”Kami tak bisa membuat pengumuman kepada penumpang sekarang,” kata kru ferry tanpa menjelaskan peralatan ruang kemudi yang mungkin sudah terendam air. ”Maka minta penumpang memakai jaket keselamatan,” perintah VTS.

”Apa kalian yakin jika penumpang dievakuasi dari kapal, mereka akan segera ditolong?,” kata Sewol. ”Terserah kalian di sana. Kalian lebih tahu apa yang sedang terjadi. Kami akan bertindak berdasarkan pertimbangan kalian. Tapi kalian tak bisa membuang waktu. Segera putuskan, evakuasi penumpang atau tidak!,” jawab VTS.

”Bukan itu yang saya maksud. Pertanyaannya adalah, apakah penumpang akan diselamatkan secepat mungkin jika mereka meninggalkan kapal?,” kata kru Sewol.

Pesan terakhir terdengar pada pukul 9.37. ”Mustahil menghitung berapa banyak orang di air. Penjaga pantai dan kapal bantuan lain sekitar 50 meter menuju lokasi. Penumpang berusaha melompat. Kami sudah membuat pengumuman, tapi bergerak bukan hal mudah. Kapal sudah miring 60 derajat. Saya melihat banyak helikopter,” demikian kalimat-kalimat akhir kru Sewol.

Rekaman ini juga mengkonfirmasi kapten kapal termasuk yang pertama-tama menyelamatkan diri. Kejadian yang menyulut kemarahan publik. Kapten kapal dan dua kru sudah ditahan Sabtu (19/4) lalu. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 6,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Rute Penerbangan Malaysia Airlines MH17 dari Amsterdam-Belanda Menuju Kualalumpur-Malaysia.  (abc.net.au)

Beredar Percakapan Separatis Pro Rusia Usai Menembak Pesawat MH17