Home / Konsultasi / Konsultasi Arsitektur / Bagaimana Cara Membangun Kantor yang Murah Meriah Namun Tetap Cantik?

Bagaimana Cara Membangun Kantor yang Murah Meriah Namun Tetap Cantik?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum wrwb

Pak Andan di dakwatuna.com, saya ingin membangun kantor yang murah meriah. Namun tetap cantik dari tinjauan arsitektur. Kantornya ingin juga banyak taman dan segar. Hingga orang yang kerja tidak jenuh dan bosan.

Data-data lokasi saya email ke [email protected]

Pak Andan, di lantai  bawah saya ingin ada ruang server, ruang rapat kecil, WC, pantry dan ruang tamu kecil. Untuk ruang kerja saya ingin bentuknya hall saja. Ruang tersebut berukuran 8,5 m x 7 meter.

Untuk lantai atas saya ingin ada 2 kamar tidur, mushalla, WC, dapur, balkon, ruang wudhu, gudang, serta ruang hall berukuran 5,5 m x 7 meter.

Demikian pertanyaan kami. Terima kasih sekali atas perhatiannya.

Wassalaamu’alaikum wrwb

Erwin-Jakarta Timur

Jawaban:

Wa’alaikumsalam wrwb

dakwatuna.com – Pak Erwin yang saya hormati, terima kasih atas aksesnya. Mohon doa agar kami dapat istiqamah memberikan layanan informasi yang bermanfaat. Saya sebenarnya arsitek, namun melalui layar dakwatuna ini saya dapat juga menyalurkan hobi jurnalistik. Dengan membuat liputan seputar berita tentang umat Islam. Tentunya juga kajian arsitektur melalui rubrik ini.

Untuk itu saya mohon dukungan dari netters sekalian. Hingga jika ada kesalahan dapat segera diperbaiki. Mohon pengertiannya juga. Karena sebenarnya saya tidak beda jauh dengan tukang bangunan. Selain membuat desain, hari-hari saya lebih banyak dihabiskan bergaul dengan tukang.

Netters dakwatuna yang saya hormati, kini kita sapa Pak Erwin. Sahabat kita di Jakarta Timur. Beliau ingin membangun kantor yang murah meriah namun tetap cantik. Tetap segar dan sejuk dengan taman hijau. Hingga Pak Erwin membutuhkan desain yang baik.

Sebuah pilihan yang bijak dari Pak Erwin. Karena banyak sekali orang membangun tanpa panduan gambar. Pada akhirnya bangunan tersebut jadi boros dan tidak tampil cantik menawan. Semoga pemahaman ini tersebar luas bagi teman-teman yang ingin membangun.

Jasa arsitek yang tidak seberapa tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan. Bahkan dengan jasa arsitek tersebut, bangunan menjadi lebih hemat dan mudah dalam pengerjaannya. Murah dalam perawatannya.

Netters sekalian, agar murah saya buat bangunan ini persegi panjang. Hingga semua ruang saling terhubung di dalam. Pola ini membentuk dinding berkait atas bawah yang bisa saya hemat dengan penggunaan dinding hebel ekspos.

Atap landai saya gunakan asbes. Bisa juga menggunakan bahan spandek. Rangka atap menjadi murah sekali. Tampilan bangunan tetap cantik karena bagian atas atap sebenarnya tidak terlihat dari bawah. Yang nampak hanya sisi lisplang yang melintang landai dari ujung ke ujung.

Untuk menutupi area kolom tingkat yang menonjol saya lapis  ia dengan  plesteran abu-abu. Dinding ruang rapat saya buat plesteran bergaris abu-abu juga. Satu-satunya warna saya gunakan hanya pada bingkai ruang rapat dan WC di lantai dasar. Dengan pola sabuk berwarna merah bata bangunan ini tampil modern. Walaupun beberapa bagiannya di ekspos.

Untuk interior saya membuang semua ruang pokok. Hingga di tengah kita bisa mendapatkan ruang kerja yang berbentuk hall. Di lantai dasar ruang kerja ada di sisi belakang. Hingga area depan bisa kita letakkan ruang rapat dan ruang server.

Lantai atas ruang kerja di jepit ruang tidur dan mushalla. Bentuk ini menghasilkan balkon yang indah. Tampil menangkap arah pandangan mata. Balkon ini juga berfungsi mengalirkan angin dan cahaya ke bawah karena ia berada di dekat tangga.

Alhamdulillah, selesai sudah desain kita kali ini. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Sebelum saya akhiri artikel ini, saya ingin mengajak netters sekalian mendoakan saudara-saudara kita yang berada di sekitar Gunung Kelud. Semoga abu vulkanik yang berbahaya bagi pernafasan dapat segera hilang.

Beberapa hari lalu pesantren anak saya di As Salam-Sukoharjo Solo diselimuti warna putih. Malam hari saat mereka ada kegiatan malam terdengar suara ledakan di kejauhan. Esok harinya pesantren seperti kota mati. Tak ada aktivitas. Demikian yang dilaporkan Salma anak ke dua saya.

Anak pertama saya di Gontor sampai hari ini belum dapat dihubungi. Mungkin telepon pesantren penuh hingga harus antri. Semoga abu putih di sekitar kota Sragen dan Ngawi bisa segera hilang. Ya Allah, lindungilah kami dari badai musibah ini. Ya Allah, beri kekuatan kami dalam menghadapi ujian ini.

Netter sekalian, sekian dulu jumpa kita. Semoga Allah memberi kita ruang dan waktu lain untuk berjumpa lagi. Akhirul kalam,

Wassalaamu’alaikum wrwb

Andan Nadriasta, ST

Kirimkan email pertanyaan / order desain / pelaksanaan ke : [email protected]

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Andan Nadriasta, ST
Lulusan Teknik Arsitektur angkatan 90 Univ. Pancasila. Bisa dihubungi di 0817-496-5742. Aktif menulis di media tahun 99. Sebagai pengisi rubrik griya di koran Republika. Sebelumnya sempat aktif di Tabloid Nova. Membantu pembuatan desain rumah tinggal yang di asuh oleh Ir. Nurhadi.Andan Nadriasta diambil dari bahasa sansekerta. Artinya adalah 'tangan yang berkarya'. Doa dari orang tua tersebut mengiringi segenap kegiatan dalam berkarya membuat disain rumah tinggal yang islami. Serta berdakwah di lingkungan sekitar hingga daerah yang dikunjungi.
  • Joko Handoyo

    alahmdulillah..jazakallah

  • Dicky Chandra Kirana

    tks input nya..

Lihat Juga

Ilustrasi. (republika.co.id)

Optimalisasi Potensi Wakaf Uang Dalam Pembangunan Sumber Daya dan Kesejahteraan Rakyat Kecil