Home / Berita / Nasional / Din Syamsuddin: Partai Islam Harus Kompak Bersatu, Jangan Ulangi Kesalahan di 2009

Din Syamsuddin: Partai Islam Harus Kompak Bersatu, Jangan Ulangi Kesalahan di 2009

Ketua Muhammadiyah, Din Syamsuddin - Foto: rimanews.com
Ketua Muhammadiyah, Din Syamsuddin – Foto: rimanews.com

dakwatuna.com – Jakarta.  Lonjakan suara partai berbasis massa Islam di pileg 2014 harus menjadi momentum untuk lahirnya koalisi. Persatuan di antara partai Islam bisa menjadi kunci kemenangan lanjutan di pilpres 2014.

“Harus partai Islam kompak bersatu. Jangan partai A mau ke sana, partai B mau ke sini, partai C mau ke situ,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Jakarta, Sabtu (19/4).

Din mengatakan, ormas Islam sudah berupaya menginisiasi lahirnya koalisi antarpartai Islam. Antara lain, dimulai lewat pertemuan antartokoh partai dan ormas Islam di Cikini, Kamis (16/4) malam. 

Bahkan, pertemuan lanjutan akan segera dilakukan pekan depan. Ia pun meminta partai Islam untuk tidak mengulangi kesalahan pada pemilu 2009. 

Saat itu banyak umat Islam kecewa karena partai Islam tidak bisa berbuat apa-apa dalam menentukan peta besar politik masa depan. Karena partai Islam yang mendapat dukungan besar justru berkoalisi dengan partai lain yang tidak memberi ruang besar untuk memperjuangkan aspirasi umat di pemerintahan. 

Saat ini, kata dia, partai Islam belum menunjukkan kekompakan. Para pemimpinnya tidak terlihat memiliki visi yang sama satu dengan yang lain. 

Din berharap partai Islam bisa mengimplementasikan kepercayaan umat lewat koalisi. “Yang perlu diusahakan koalisi. Belum perlu lebur, tapi suara kebangsaan harus satu,” katanya. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 8,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Din Syamsuddin: Pernyataan Menkopolhukam Rugikan Jokowi