Home / Berita / Internasional / Afrika / Menangi Pilpres, Bolafliqa Digelari “Presiden Hantu”

Menangi Pilpres, Bolafliqa Digelari “Presiden Hantu”

Botafliqa saat memberikan suaranya pada pilpres Kamis yang lalu (alhayat)
Botafliqa saat memberikan suaranya pada pilpres Kamis yang lalu (alhayat)

dakwatuna.com – Algier. Kemenangan presiden Aljazair incumbent, Abdul Aziz Botafliqa, Kamis (17/4/2014) kemarin, menjadi bahan kritikan dan cercaan di dunia maya. Botafliqa memenangi pilpres untuk yang keempat kalinya dalam pemilu yang diikuti oleh enam orang kandidat. Para kandidat selainnya mengkritik bahwa pilpres kemarin penuh dengan kecurangan.

Sebelumnya Botafliqa sudah tiga kali menjabat. Umurnya telah genap 77 tahun, dan sakit-sakitan. Bahkan sejak Mei 2012, dia tidak muncul di depan publik karena menderita sakit. Semua pernyataan kepresidenan diwakilkan kepada para pejabat di sekitarnya. Umur, kesehatan, dan ketidak-munculannya, sempat memunculkan rumor dirinya akan segera meninggalkan kekuasaan. Namun ternyata

Kebanyakan kritikan di facebook dan twitter berkisar pada foto yang dipublikasikan media menampakkan Botafliqa memberikan suaranya dari kursi rodanya. Karena lama tidak muncul dan tiba-tiba muncul saat pilpres, Botafliqa dijuluki dengan “Presiden Hantu”.

Seorang warga Aljazair menulis tweetnya dalam bahasa Perancis, “Botafliqa akan menjadi presiden pertama yang mati tua saat menjabat.”

Seorang lain menulis, “Aku ucapkan selamat kepada Botafliqa dan para penipu di belakangnya karena sekali lagi bisa membunuh mimpi kami. Aku berterima kasih karena kalian telah memperpanjang kesengsaraanku lima tahun lagi.”

Bahkan beberapa komentar menyebutkan, bahwa Botafliqa adalah orang mati yang bisa bergerak. Tapi untuk berjalan, dia butuh kursi roda.

Warga asing dari Perancis juga ikut berkomentar, “Setelah Botafliqa menang pilpres, aku tidak akan heran jika Fir’aun juga bisa mencalonkan diri lagi dan menang dalam pilpres.” (msa/dakwatuna/alhayat)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Ini Alasan Mengapa Syiah Gembira Dengan Kemenangan Trump