Home / Berita / Internasional / Amerika / Sejak 2001, Bumi Telah Alami 26 Ledakan Berskala Bom Atom Disebabkan Dampak Asteroid

Sejak 2001, Bumi Telah Alami 26 Ledakan Berskala Bom Atom Disebabkan Dampak Asteroid

Sebuah asteroid yang memasuki atmosfer di Chelyabinsk bulan Februari 2013 meledak dengan kekuatan setara 530 kiloton TNT, melukai lebih dari 1.200 orang.  (Phys.org)
Sebuah asteroid yang memasuki atmosfer di Chelyabinsk bulan Februari 2013 meledak dengan kekuatan setara 530 kiloton TNT, melukai lebih dari 1.200 orang. (Phys.org)

dakwatuna.com Selasa mendatang (22/4/2014), 3 mantan astronot NASA akan menyajikan bukti baru bahwa planet bumi telah mengalami banyak dampak asteroid secara besar-besaran selama dekade terakhir, lebih banyak daripada yang telah diperkirakan sebelumnya. Berdasarkan kenyataannya, diperkirakan 3 sampai 10 kali lebih banyak.

Sebuah visualisasi baru terhadap data dari sebuah jaringan peringatan senjata nuklir, yang akan diungkap oleh CEO B612 Foundation Ed Lu dalam acara pertunjukan Seattle Museum of Flight, menunjukkan bahwa “satu-satunya hal yang mencegah bencana dari asteroid dengan ukuran ‘pembunuh-kota’ adalah keberuntungan”, demikian sebagaimana dilansir situs Phys.org, Kamis (17/4/2014).

Sejak tahun 2001, 26 ledakan berskala bom atom telah terjadi di beberapa lokasi terpencil di seluruh dunia, jauh dari daerah populasi, yang dibuktikan oleh jaringan peringatan uji coba senjata nuklir. Dalam siaran pers terbaru, CEO B612 Foundation menyatakan:

“Jaringan ini telah mendeteksi 26 ledakan Multi-kiloton sejak tahun 2001, yang semuanya disebabkan oleh dampak asteroid. Hal ini menunjukkan bahwa dampak asteroid TIDAK jarang, tapi sebenarnya 3-10 kali lebih sering dari yang kita pikir sebelumnya. Fakta bahwa tidak ada dari dampak asteroid, yang ditunjukkan dalam video yang telah terdeteksi sebelumnya, adalah bukti bahwa satu-satunya hal yang dapat mencegah bencana dari asteroid berukuran ‘pembunuh-kota’ adalah keberuntungan. Tujuan dari misi B612 Sentinel adalah untuk menemukan dan melacak asteroid, beberapa dekade sebelum mereka menghantam bumi, memungkinkan kita untuk dengan mudah membelokkan mereka.”

B612 Foundation bermitra dengan Ball Aerospace untuk membangun Sentinel Infrared Space Telescope Mission. Setelah ditempatkan pada orbit tata surya yang lebih dekat ke matahari dari bumi, Sentinel akan melihat keluar dengan infrared untuk mendeteksi ratusan ribu obyek yang belum diketahui di dekat bumi, yang berukuran 140 meter. Pesawat ruang angkasa yang didanai swasta ini dijadwalkan untuk diluncurkan pada 2017-2018 dengan roket SpaceX Falcon 9.

Selain Lu, astronot pesawat ulang balik Tom Jones dan astronot Apollo 8 Bill Anders akan berbicara pada acara yang bertajuk “Menyelamatkan bumi dengan menjaga agar asteroid besar menjauh”.

Acara ini akan diselenggarakan pada pukul 18.00 PDT di Museum of Flight di Seattle WA, Amerika Serikat. Acara bebas untuk umum dan visualisasi akan tersedia secara online pada situs B612 Foundation.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 8,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Ledakan bom di kota Madinah, Senin (4/7/2016). (periscope.tv/S4FWN)

IKADI Mengecam Teror Yang Menodai Kota Madinah

Organization